Islamic Boarding School atau Pesantren di Bogor — Yang Sebenarnya Dicari Keluarga Jakarta untuk Anak SMP

Islamic Boarding School atau Pesantren di Bogor — Yang Sebenarnya Dicari Keluarga Jakarta untuk Anak SMP

Dua nama yang terdengar berjauhan sering menunjuk tempat yang kurang lebih sama. Yang membingungkan bukan sekolahnya, melainkan istilah yang dipakai untuk menyebutnya.

Kenapa satu tempat bisa memiliki dua nama yang terasa berbeda?

Di banyak rumah di Jakarta, pencarian tentang sekolah berasrama dimulai pada jam yang hampir sama, ketika rumah sudah sepi dan anak sudah tidur. Tiga kata diketik di kolom pencarian: islamic boarding school. Yang muncul kemudian setengahnya berbahasa Inggris, setengahnya lagi memakai kata pondok pesantren, dan foto asramanya mirip semua.

Kebingungan itu wajar sekali. Perbedaan istilah di sini lebih banyak lahir dari kebiasaan berbahasa daripada dari isi pendidikannya. Sebagian lembaga memilih istilah yang terdengar akrab bagi keluarga perkotaan, sebagian lagi tetap memakai nama yang sudah dipakai turun-temurun sejak lama.

Orang tua yang mengetik istilah berbahasa Inggris dan orang tua yang mengetik kata pesantren umumnya sedang mencari hal yang sama persis. Lingkungan yang terjaga sepanjang hari, bahasa asing yang dipakai sampai terbiasa dan bukan sekadar dihafal menjelang ujian, ijazah yang diakui negara sehingga jalan ke perguruan tinggi tetap terbuka. Yang paling diharapkan justru yang paling sulit dijanjikan lembaga mana pun, yaitu cara anak bersikap yang berubah tanpa perlu diceramahi setiap akhir pekan.

Yang dicari sama. Hanya pintu masuk pencariannya yang berbeda.

Apa yang sebenarnya membedakan keduanya?

Penamaan lebih banyak menunjukkan siapa yang menyebut, bukan apa yang diajarkan di dalamnya. Sekolah berasrama Islam yang memakai istilah Inggris dan pondok pesantren modern sama-sama memadukan ilmu agama dengan pelajaran umum, dan sama-sama menyiapkan santrinya melanjutkan ke perguruan tinggi. Selisihnya ada pada cara masing-masing memperkenalkan diri, bukan pada apa yang dijalani anak sejak subuh sampai malam.

Apa yang perlu dilihat di balik nama sekolahnya?

Karena namanya tidak banyak membantu, yang lebih berguna adalah memeriksa isinya. Beberapa hal berikut bisa ditanyakan langsung ke lembaga mana pun tanpa perlu merasa sungkan, dan jawabannya biasanya sudah cukup memberi gambaran.

Mulai dari kurikulumnya. Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining, kurikulum yang dipakai bernama Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat Al-Islamiyah, biasa disingkat TMI, yang memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor dengan Kurikulum Nasional. Anak tidak diminta memilih antara pelajaran agama dan pelajaran umum. Keduanya berjalan dalam hari yang sama, dengan matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, dan komputer tetap diajarkan sebagaimana di sekolah pada umumnya, berdampingan dengan fiqh, tafsir, hadits, nahwu, dan sharaf.

Bahasa menempati posisi yang khusus di sini. Bahasa Arab dan Inggris dipakai bergantian setiap pekan sebagai bahasa keseharian, bukan sebagai mata pelajaran di jam tertentu saja. Metodenya langsung, artinya bahasa dipakai untuk berbicara sejak hari pertama, bukan dihafal aturannya dulu lalu dipraktikkan bertahun-tahun kemudian. Latihan pidato tiga bahasa berjalan rutin. Perdebatan terkonsep melatih anak menyusun argumen sebelum bicara, dan kegiatan membaca kitab berbahasa Arab tanpa terjemahan menguji sejauh mana bahasa itu benar-benar dikuasai. Untuk anak seusia SMP, latihan semacam ini membentuk keberanian berbicara di depan orang banyak, dan keberanian itu biasanya terbawa jauh setelah lulus.

Pertanyaan tentang ijazah sering mengganjal dan jarang diucapkan terang-terangan. Ijazah dari jenjang di Darunnajah 2 Cipining diakui resmi oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, sehingga dapat dipakai mendaftar ke perguruan tinggi negeri mana pun, dan mayoritas programnya terakreditasi A. Anak yang nanti ingin masuk kedokteran, teknik, hukum, atau hubungan internasional tidak kehilangan jalur apa pun karena pernah mondok.

Penunjang belajarnya juga layak diperiksa langsung. Laboratorium IPA dan laboratorium komputer tersedia, perpustakaan terbuka sepanjang hari, dan ruang kelasnya berventilasi alami karena kampusnya berada di ketinggian bukit yang berudara sejuk. Anak yang senang bergerak menemukan lapangan multifungsi, kolam renang, dan gedung kebugaran, sementara yang lebih senang berkarya menemukan studio musik, kaligrafi, desain grafis, dan jurnalistik.

Satu hal lagi jarang masuk daftar pertimbangan padahal cukup menentukan bagi keluarga yang anaknya baru akan mulai. Jenjangnya tersedia bersambung, dari madrasah ibtidaiyah yang membuka asrama mulai kelas empat, MTs dan SMP, sampai MA, SMK, dan Kelas Intensif satu tahun bagi anak yang masuk di jenjang atas. Anak yang cocok tidak perlu berpindah lembaga setiap ganti jenjang, dan yang belum siap tinggal penuh masih dapat mengambil program non-asrama lebih dulu.

Semua itu bisa diperiksa dari lembaga mana pun, apa pun istilah yang dipilihnya untuk memperkenalkan diri.

Bagaimana lingkungan sehari-harinya bekerja?

Kurikulum yang bagus di atas kertas tetap membutuhkan orang yang menjalankannya. Di sinilah sekolah berasrama berbeda paling jauh dari sekolah reguler, dan di sinilah biasanya kekhawatiran orang tua bertumpu.

Pendampingan di Darunnajah 2 Cipining berjalan dua puluh empat jam. Wali kamar tinggal di lingkungan yang sama dengan santri dan mendampingi keseharian mereka, bukan datang pagi lalu pulang sore. Asrama putra dan asrama putri berada di kampus yang sepenuhnya terpisah. Klinik dengan tenaga medis siap melayani kapan saja, termasuk pada jam yang tidak biasa, karena anak sakit memang jarang memilih waktu.

Perundungan dalam bentuk apa pun tidak ditoleransi. Ini kebijakan yang mudah diucapkan setiap lembaga, karena itu wajar bila orang tua ingin memastikannya sendiri dengan bertanya bagaimana laporan ditangani dan siapa yang menanganinya.

Salat lima waktu dijalankan berjamaah di masjid, dan setiap sore sebelum maghrib ada tahsin Al-Qur’an bersama wali kamar dengan metode talaqqi, yaitu dibimbing langsung bacaan demi bacaan. Rutinitas seperti ini yang perlahan mengubah cara anak mengatur waktunya sendiri.

Perubahan itu tidak datang dari nasihat. Anak yang setiap hari harus bangun sebelum subuh, mengurus pakaiannya sendiri, dan menepati jadwal yang tidak bisa ditawar akan menyesuaikan diri karena lingkungannya memang bergerak begitu. Bulan-bulan pertama biasanya paling berat, dan itu wajar untuk hampir semua anak. Yang membantu melewatinya bukan aturan yang lebih ketat, melainkan orang dewasa yang berada di dekatnya saat malam terasa panjang.

Kenapa banyak keluarga Jakarta melihat ke arah Bogor Barat?

Bagi keluarga yang sedang membandingkan pilihan islamic boarding school di Bogor, jarak biasanya menjadi pertimbangan terakhir dan justru yang paling berat. Melepas anak ke tempat yang jauh terasa berbeda dari sekadar mengantar ke sekolah setiap pagi.

Darunnajah 2 Cipining berdiri sejak 1988 di atas tanah wakaf seluas 220 hektar di Argapura, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Luas seperti itu sulit dibayangkan sebelum melihat langsung. Di dalamnya ada danau, kebun buah, taman, dan lahan terbuka yang membuat anak bergerak tanpa perlu diperintah. Bagi anak yang selama ini tumbuh di antara jalan padat dan ruang yang terbatas, perbedaan itu terasa sejak hari pertama.

Yang membuat banyak keluarga Jabodetabek lebih tenang biasanya bukan luasnya, melainkan aturan kunjungannya. Orang tua dapat berkunjung setiap hari pada jam yang telah ditentukan, dan tersedia wisma di dalam lingkungan pesantren untuk yang datang dari jauh dan ingin menginap. Survei sebelum mendaftar pun dapat dilakukan setiap hari tanpa perlu membuat janji lebih dulu.

Ada pertanyaan yang jarang diucapkan orang tua tetapi hampir selalu ada di kepala: apakah nanti kita masih akan dikenali sebagai orang tuanya, atau anak justru menjadi lebih dekat dengan pesantrennya. Kekhawatiran itu manusiawi. Kemungkinan besar jawabannya baru benar-benar terasa setelah beberapa bulan pertama berlalu, ketika anak mulai bercerita sendiri tanpa ditanya.

Bagaimana kalau ingin melihatnya sendiri?

Membandingkan sekolah berasrama lewat layar ada batasnya. Foto memperlihatkan bangunan, tetapi tidak memperlihatkan bagaimana anak-anak menyapa tamu yang lewat, dan itu justru yang paling banyak bercerita.

Pertanyaan tentang biaya biasanya muncul paling akhir, dan itu justru yang paling mudah dijawab lewat percakapan langsung. Biaya bulanan di sini sudah mencakup makan tiga kali sehari dan seluruh biaya sekolah, tersedia cicilan untuk meringankan pembayaran awal, dan ada keringanan bagi keluarga yang menitipkan lebih dari satu anak. Angka terkininya berubah dari tahun ke tahun, jadi lebih tepat ditanyakan langsung.

Sebagian hal memang lebih cepat jelas lewat percakapan. Nomor WhatsApp pendaftaran di wa.me/62812111180 terbuka untuk pertanyaan apa pun, termasuk hal-hal yang tidak tertulis di brosur, dan jawabannya diberikan apa adanya dari keseharian. Datang berkeliling satu pagi pun biasanya memberi gambaran yang lebih utuh daripada berjam-jam membaca.