Definisi pesantren
Pesantren adalah; “Lembaga kegiatan pendidikan kehidupan Islami dalam lingkungan khusus terpimpin langsung oleh Kyai, menyatukan Tripusat Pendidikan Islam; keluarga/rumah, masjid, dan masyarakat/lingkungan.”
Setiap pesantren punya : Sejarah, Identitas, Spesifikasi, Status, Pengelola / Pola, Fungsi dan lain-lain.
Setiap Pondok punya kebijakan sendiri, bebas dari intervensi. Mengintervensi Kyai, tanpa diminta, itu melanggar etika, meskipun antar kyai. Apalagi oleh pihak luar.
PENDIRIan Pondok pesantren
Siapa Pendiri Pondok Pesantren?
Pondok Pesantren didirikan oleh Ulama dari Aulia di bidang Agama.
Why?
Karena kalah perang melawan Belanda.
Karena adanya kesadaran dari Ulama.
Karena adanya keterpanggilan menjaga Agama.
Karena adanya Naluri Kemanusiaan (Fitrah).
What For?
Untuk mengajarkan agama Islam.
Untuk memperjuangkan Islam.
Untuk menghimpun kekuatan.
Proses pendirian pesantren
Keterpanggilan
Naluri Kemanusiaan dan Kekyaian
Rasa Tanggung Jawab
Perhitungan
Perencanaan
Mengapa diwakafkan?
Banyak PESANTREN mati karena Kyainya meninggal.
Nilai dan lembaga harus tetap hidup.
Pendidikan berkorban/wakaf perlu contoh.
Semangat ummat perlu didorong dengan keteladanan pengorbanan.
Tuntunan kemajuan perlu conditioning dan regenerasi.
Barakah ibadah di Pesantren menjadi jariyah kyai.
Mengapa tidak diwakafkan?
Belum menemukan orang yang bisa dipercaya.
Menciptakan medan perjuangan bagi anak cucu.
Khawatir generasi berikutnya menyelewengkan ide dan cita-cita.
Menyerahkan masa depan dengan bertawakal kepada Allah.
Tertib loyalitas
1. Ide dan cita-cita Pondok.
2. Ma’had, strukturil dan kulturil
3. Nilai-nilai Islami Qur’an dan Sunnah teratas.
4. Pola pembinaan berciri ashry / tathawwury
5. Lembaga, institusi, organisasi, dan struktur.
6. Sistem asrama yang tebimbing langsung
7. Kegiatan primer inti dan permanen
8. Personil pengasuh, pembina dan pengurus.
Jiwa dan filsafat hidup
Amanat : Nilai – Nilai Abadi sepanjang zaman
Sipapun masinisnya, kru dan penumpangnya, ibarat kereta yang sudah berjalan Pesantren harus tetap berjalan sesuai dengan cita-cita pendirinya
Mempelajari, memahami, merumuskan nilai-nilai pondok, visi, misi
Menerangkan dengan baik, kemudian menentukan sikap dan sanggup menanggung resikonya.
Keteladanan
Ketauhidan
Kekeluargaan
Kebebasan, menolong diri sendiri (kemandirian)
Langsung praktek, peragaan contoh bukti ketauhidan
Anti Penjajah dan Penjajahan (emoh dijajah)
Memegang prinsip idealisme dan orientasi Pesantren dengan benar dan baik, serta tidak grusa-grusu, tidak mutlak-mutlakan.
GEJALA YANG PERLU DIWASPADAI
Personil-personil yang cari muka, oportunis, iri dengki, fitnah, vested interest
Kecenderungan istri-istri untuk mendikte suami
Intervensi dari luar Pesantren
Spesifikasi pola pembinaan
Nilai – nilai kesantrian/kepesantrenan ditanamkan dan diperjuangkan
Sistem baku kurikuler dan nonkurikuler dijaga agar sejiwa dengan penegak keislaman, keilmuan, kemasyarakatan (emoh dijajah)
Persiapan generasi penerus sebagai pemimpin pondok dan sebagai pemimpin masyarakat yang tetap berpanca jiwa.
Tidak berpolitik praktis (latah), tidak pro atau kontra dengan penguasa sesuai dengan amanat Panca Jiwa
Menghidupkan yang benar
Jiwa / watak / karakter “kemoderenan” tanpa kompromi
– disampaikan oleh KH. Hasan Abdullah Sahal dalam Silaturrahmi Keluarga Besar Darunnajah di Gontor, 2 Juli 2009- (wardan/abu ezzat)




