Tendensi belajar, sejatinya ialah guna membentuk manusia pembelajar. Sehingga seharusnya, belajar tidak harus dibatasi pada ruang kelas dan jam belajar sekolah. Belajar itu kian bermakna bila menjadi konskuensi setiap orang sesuai dengan posisi dan profesinya masing-masing. Maka belajar perlu pembiasaan.

Berangkat dari  motivasi itu, kelas 5 TMI putri yang dibimbing wali kelas Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. menggulirkan program belajar kelompok bagi kelasnya. Kegiatan ini dimulai pada Sabtu (532011) lalu. Kelompok belajar berguna untuk mempermudah santri dalam belajar. Hal positip lain ialah untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah.

Ustadz Muhlisin mengaku, bahwa pembuatan kelompok ini untuk mempermudah anak-anak yang kurang cepat memahami pelajaran di kelas, terbantu oleh teman-teman satu kelompoknya. Karenanya, dalam satu kelompok, pembagian anggotanya demerger secara merata. Dalam satu kelompak, ada yang dirasa mampu, menengah, dan selanjutnya.

“Bukan berarti anak-anak yang lemah dalam memahami pelajaran tidak mempunyai kelebihan apa-apa. Allah itu maha bijaksana, saat memberikan kekurangan pada diri seseorang, Dia juga membarengi dengan memberikan kelebihan pada sisi lainnya. Bukan berarti saya ingin membedakan, mana yang kuat dan siapa yang lemah. Justru saya ingin, adanya kelompok ini memacu dan memotivasi semuanya” ujar Ustadz Muhlisin di depan para santri.

Ustadz Muhlisin juga membuat peraturan agar antaranggota kelompok memperhatikan teman sekelompoknya, baik saat belajar kelompok maupun masuk kelas. Untuk memudahkan jalannya kegiatan ini, koordinasi dilimpahkan kepada ketua kelompok.

”Dengan adanya kelompok belajar ini kita jadi punya semangat untuk mencapai target yang udah kita buat. Gak hanya dicatat di kertas aja, tapi dijalanin juga,” ujar Noviana Anggraeni, salah satu santri kelas 5 TMI. (warna/kurniati.M.A)