Hidup di dunia hanya menjadi tempat persinggahan dan mencari bekal untuk kehidupan di akhirat. Surga menjadi salah satu balasan paling menjanjikan bagi setiap Muslim yang taat kepada Allah dan beramal saleh. Lantas, amalan apa saja yang bisa kita lakukan agar mendapatkan rumah mewah di surga?
Tulisan ini membahas tentang 3 amalan yang bisa mendapatkan rumah di surga, yaitu membangun dan memakmurkan masjid, menjadi orang yang beriman dan beramal saleh, serta berakhlak mulia. Selain itu juga dijelaskan tentang keadaan rumah dan surga yang Allah janjikan, serta tips memotivasi diri untuk semangat beramal.
Bagaimana cara membangun masjid yang bisa mendapatkan rumah di surga?
Dalam hadits disebutkan bahwa membangun masjid, meskipun hanya seluas sarang burung, akan dibalas Allah dengan rumah di surga. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
“Siapa saja yang membangun masjid karena Allah, meskipun hanya sebesar sarang burung pipit atau lebih kecil, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 736, dishahihkan Al Albani)
Membangun masjid di sini maknanya bukan hanya membangun secara fisik, tapi juga memakmurkan masjid dengan berbagai aktivitas ibadah dan dakwah. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud memakmurkan masjid adalah menetap di dalamnya untuk mengingat Allah (dzikir) dan mendirikan shalat.
Kenapa orang beriman akan mendapatkan rumah di surga?
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa orang yang beriman kepadanya dengan sepenuh hati lalu beramal saleh, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah maka akan mendapatkan rumah surgawi. Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ juga berfirman:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ
“Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal.” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 58)

Bagaimana keadaan rumah di surga yang dijanjikan untuk orang beriman?
Allah menjanjikan orang beriman dan beramal saleh akan memperoleh kamar-kamar mewah di surga. Kenikmatan yang akan didapat berupa istana yang megah, tinggi, dan dilengkapi dengan fasilitas mewah. Dalam sebuah hadits disebutkan:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا فَقَامَ إِلَيْهِ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هِيَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَتَابَعَ الصِّيَامَ وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
“Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari bagian dalamnya, dan bagian dalamnya dapat dilihat dari bagian luarnya.” Lalu seorang Arab Badui berdiri dan bertanya, “Kamar itu untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ia adalah untuk orang yang baik tutur katanya, memberi makan (kepada yang membutuhkan), berpuasa terus menerus, dan shalat malam saat orang-orang sedang tertidur lelap.” (HR. Tirmidzi no. 2527, dishahihkan Al Albani)
Dalam hadits lainnya, Rasulullah ﷺ menyebutkan istana surga yang dapat dilihat bagian luarnya dari dalam dan bagian dalamnya dari luar (HR. Bukhari no. 4879). Ini menunjukkan betapa luas dan bening istana surga itu sampai seluruh bagiannya bisa terlihat jelas.
Apa keutamaan meninggalkan perdebatan meskipun benar?
Salah satu akhlak mulia yang mendapatkan rumah surgawi adalah meninggalkan perdebatan meskipun sebenarnya berada di pihak yang benar. Rasulullah ﷺ menjanjikan:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan, meskipun dia benar.” (HR. Abu Daud no. 4800, dishahihkan Al Albani)
Meskipun berada di posisi yang benar sekalipun, lebih baik diam dan tidak memperpanjang perdebatan. Ini menunjukkan tingginya kesabaran, kemuliaan akhlak, dan kemampuan menahan diri. Allah ﷻ memuji mereka yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain (QS. Ali ‘Imran [3]: 134).
Kenapa meninggalkan perdebatan dan kebohongan bisa mendapatkan rumah di surga?
Meninggalkan perdebatan meskipun benar dan meninggalkan dusta meskipun bercanda termasuk akhlak mulia yang dicintai Allah. Orang yang berakhlak luhur, baik kepada Allah maupun kepada sesama, pantas mendapatkan balasan surga. Bukan hanya amal ibadah ritual yang dibalas surga, tapi juga amal saleh berupa akhlak dan adab yang baik.
Bagaimana keadaan surga tempat rumah yang dijanjikan bagi pelaku amal saleh?
Allah ﷻ menggambarkan indahnya surga dalam firman-Nya:
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا ۚ تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوا ۖ وَّعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 35)
Di antara gambaran indahnya surga adalah tamannya yang luas, sungai-sungai jernih yang mengalir, buah-buahan yang lezat dan tidak pernah habis, serta naungan teduh yang menyejukkan. Allah menyiapkan semua kenikmatan itu bagi hamba-Nya yang bertakwa, beriman, dan beramal saleh.
Selain 3 amalan di atas, apa lagi amalan yang bisa mendapatkan rumah di surga?
Selain 3 amalan di atas, ada banyak sekali amal saleh lainnya yang bisa mengantarkan seseorang meraih surga dan rumahnya. Misalnya bersedekah, berbakti kepada orangtua, menyambung silaturahmi, menuntut ilmu, amar ma’ruf nahi munkar, bersabar saat ditimpa musibah, dll.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)
Jadi, jika ingin mendapatkan rumah di surga, banyak-banyaklah melakukan amal saleh dan kebaikan. Setiap amal itu meski terlihat kecil, sangat berharga di mata Allah jika dilakukan dengan ikhlas.
Kenapa Allah menjanjikan rumah di surga bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh?
Janji rumah di surga sebagai balasan merupakan bentuk motivasi agar manusia semangat memperbanyak amal kebaikan. Allah ﷻ mencintai hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh, maka Dia menjanjikan balasan terbaik untuknya. Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.” (QS. Al-Kahfi [18]: 107)
Janji Allah pasti benar dan tidak pernah dikhianati. Maka, orang beriman harus meyakini dan terus optimis akan balasan pahala dari Allah, sambil terus memperbanyak amal kebaikan.
Penutup
Demikian pembahasan mengenai 3 amalan yang bisa mendapatkan rumah di surga. Semoga menjadi penyemangat bagi kita untuk terus meningkatkan keimanan dan memperbanyak amal saleh. Akhir kata, semoga Allah senantiasa membimbing kita menempuh jalan yang dirahmati-Nya hingga berjumpa dengan-Nya di surga kelak. Aamiin.
Yuk, Amalkan Kebaikan!
Jika ingin mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah ﷻ, maka perbanyaklah melakukan amalan yang dicintai-Nya. Setiap kebaikan meski kecil sangat bernilai jika dilakukan dengan ikhlas. Ingatlah selalu janji Allah untuk membalas amal saleh dengan sebaik-baik balasan.
Bersegeralah menuju ampunan Allah dan surga-Nya yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Ali ‘Imran [3]: 133). Jangan pernah lelah mengejar surga Allah, karena di sanalah puncak kebahagiaan yang hakiki. Semoga Allah mudahkan langkah kita meraih keridhaan dan surga-Nya. Aamiin.