Ingat! Muliakan Sosok Pintu Surgamu
Menu

Ingat! Muliakan Sosok Pintu Surgamu

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Orang tua…
Terutama ibu…

Muliakanlah sosok pintu surgamu

Sosok Seorang Ibu Takkan Pernah Tergantikan
Sosok Seorang Ibu Takkan Pernah Tergantikan

Adalah sosok yang sangat luar biasa dalam kehidupan kita. Kesabarannya yang tangguh saat mengandung, ketelatenannya yang gigih dalam menjaga dan merawat kita sungguh tidak akan pernah bisa kita bayar meski dengan sebukit berlian sekalipun. Begitu istimewa dan luar biasanya kedua orang tua kita, sehingga Allah swt menyuruh kita untuk berbakti kepada mereka yang membesarkan dan merawat kita.
“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan Nya dengan apapun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua…”(Q.S An-Nisa’ : 36)

Apapun, Kapanpun dan Dimanapun Ibu Adalah Pemeran Utama yang Takkan Pernah Menyerah Untuk Masa Depan Anak-anaknya
Apapun, Kapanpun dan Dimanapun Ibu Adalah Pemeran Utama yang Takkan Pernah Menyerah Untuk Masa Depan Anak-anaknya

Dalam kehidupan Rasulullah saw, sebenarnya begitu banyak kisah bakti seorang anak kepada orangtuanya yang bisa kita teladani. Salah satunya tentang kisah Uwais Al-Qarni dari Yaman yang begitu sayang dan patuh kepada ibunya yang sudah tua, lumpuh dan buta. Uwais hidup pas-pasan sebagai penggembala domba. Namun begitu dia tidak pernah absen untuk berbagi kepada orang-orang yang lebih kurang daripadanya.

Uwais yang hidup di masa Rasulullah saw sebenarnya memiliki kerinduan yang begitu besar untuk berjumpa dengan Rasulullah meskipun hanya sekali saja. Sebuah kerinduan yang dibingkai dalam manisnya keimanan. Namun Uwais tidak tega meninggalkan ibunya sendirian di rumah. Saat kerinduan untuk berjumpa dengan Muhammad sang kekasih Allah sudah begitu memuncak akhirnya dia meminta izin kepada ibunya untuk pergi menemui Rasulullah di Madinah.

Setelah mempersiapkan hal-hal untuk keperluan ibunya, Uwais pun pergi untuk menemui Rasulullah. Namun sesampainya di rumah yang dituju, rupanya Rasul belum kembali dari medan perang. Sebenarnya Uwais bisa saja menunggu Rasulullah hingga tiba, tetapi Uwais kembali teringat akan pesan ibunya sebelum dia pergi. Ibunya meminta satu hal kepadanya. Ibunya inginkan Uwais untuk lekas pulang setelah berjumpa dengan Rasulullah.

Yah…Itu saja…!

Meskipun hati Uwais begitu sedih karena tidak bisa berjumpa dengan kekasih Allah, Uwais tetap patuh terhadap kata-kata ibunya untuk lekas pulang ke Yaman. Kepatuhan serta kecintaan Uwais terhadap ibunya itu akhirnya membuat Rasulullah takjub. Bahkan Rasulullah menyebut Uwais sebagai penghuni langit…

Subhanallah…!

Dari sekilas kisah tersebut, kita bisa mengambil satu kesimpulan…
Ya…
Ibu memang sosok yang begitu istimewa. Satu rintihan sang ibu ketika melahirkan kita tidak akan pernah bisa kita tebus dengan apapun. Kasih sayang dan curahan cinta darinya dari dalam kandungan hingga sebesar ini sungguh tidak akan pernah bisa kita gantikan dengan istana semegah apapun. Untuk itulah Allah swt menyuruh kita berbuat baik dan berbakti kepada ibu.

Yakinlah…

Ketika kita berbakti kepadanya, Allah swt telah siapkan surga untuk kita.

“Orangtua adalah pintu surga yang paling tinggi. Sekiranya engkau mau, sia-siakanlah pintu itu atau jagalah…!”(H.R Ahmad dan Tirmidzi)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait