BOGOR/dn.com – Do’a merupakan senjata umat muslim. Dimanapun, kapanpun, do’a merupakan alat komunikasi sekaligus sahabat orang-orang yang beriman. Apalagi didalam dunia pendidikan Islam seperti pesantren. Ada tiga amalan yang pahalanya akan terus mengalir meski yang mengamalkan telah tiada; sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendo’akan orangtuanya.
Kemaren, Sabtu 19 Maret 2011 pk 14.00 para santri, asatidz dan pemuka masyarakat Cidokom beserta para Kyai Darunnajah menjadi saksi keluarga (alm) Yusuf Gayo untuk mewakafkan sebidang tanah untuk perluasan tanah wakaf pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom.
Dalam kesempatan ini pula, Ibu Gayo (Ny Surarsih) dan seluruh 4 putra-putri beserta 8 cucu-nya bisa menghadiri ikrar wakaf dari putra-putri Bapak/Ibu Yusuf Gayo atas nama: Donny Andeisa, Aria Verdin, Vinera Ariyani, dan Vernar Ardiany; kepada Yayasan Darunnajah di masjid Annur di Masjid Annur Cidokom dilaksanakan di depan Pejabat Kantor Urusan Agama (KUA) atau Pejabat Pencatat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Gunung Sindur.
Ini merupakan wakaf yg ke-3 dari keluarga Bapak/Ibu Yusuf Gayo; yg pertama seluas 25.100 m2 (pada tgl 13 Okt 2006) di Cidokom yg merupakan lokasi Pesantren Annur sekarang ini, yg ke-2 seluas 8.300 m2 (20 Okt 2008) di Karang Tengah.
Diharapkan, ikrar wakaf tersebut bisa menginspirasi jalan hidup yang mereka yang menyaksikan untuk bisa mengamalkan jejak ajaran Rasulullah SAW. Semoga amal ibadah mereka dibalas oleh Allah SWT dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Al-faatihah.