Hukum Menyatukan Dua Shalat Tanpa Udzur
Menu

Hukum Menyatukan Dua Shalat Tanpa Udzur

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

عن ابن عبّاس رضى الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم مَنْ جَمَعَ بَيْنَ صَلاَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍفَقَدْ اَتَى بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْكَبَائِرِ

Dari Ibnu Abbas r.a. berkata bahwa rasulullah saw bersabda, “Barang siapa menyatukan dua shalat tanpa udzur, sungguh ia telah memasuki satu pintu dari pintu-pintu dosa besar.” (HR Hakim)

Ali r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Janganlah melambat-lambatkan tiga perkara, yaitu;

  1. Shalat jika telah tiba waktunya
  2. Jenazah jika telah siap untuk di kuburkan
  3. Seorang gadis jika telah ditemukan jodohnya (secepatnya dinikahkan)

Banyak orang yang mengaku sebagai orang yang taat beragama dan berdisiplin dalam menjaga shalat, namun terkadang mereka mengqadha shalat mereka di rumahnya masing-masing, dengan alasan perjalanan, sibuk berdagang, atau bekerja (tidak ada qadha didalam shalat). Padahal mereka memiliki banyak sekali waktu luang. Apabila mereka melambat-lambatkan shalat tanpa udzur, berarti mereka telah terjerumus kedalam dosa besar, walaupun hanya karena melakukannya tidak pada waktunya. Memang dosanya tidak seberat dosa meninggalkan shalat, tetapi shalat tidak tepat pada waktunya pun dapat menyeret mereka pada dosa besar.

[WARDAN/@abuadara]______________________

Disampaikan Pada Talim Bakda Dzuhur di Masjid Kampus 2 Pesantren Darunnajah Cipining, disampaikan oleh santri kelas 5 SMK pada hari Sabtu 2 Maret 2013.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Semarak Idul Adha, IKPDN Yordania Qurban Secara Kolektif

Syariat islam membolehkan berkurban secara kolektif, atau dengan cara pengumpulan dana dari beberapa orang. Diriwayatkan hadis dari sahabat Jabir RA, bahwasanya, “Nabi memerintahkan kepada kami