Menu

Hubungan Guru Dan Siswa Yang Baik

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Darunnajah Kindergarten, 08/06

 

Ada banyak kemungkinan yang bisa menjadi penyebab anak jenuh di sekolah, dan setiap ‘penyebab’ juga punya cara yang berbeda untuk mengatasinya. Seperti, jika ia punya masalah dengan teman-temannya, berilah pemahaman mengenai pertemanan yang baik. Atau mungkin anak-anak menemukan kekurangnyamanan kepada gurunya sendiri.

Jika ia jenuh sekolah karena jengkel dengan teman-temannya, tanyakan masalahnya. Mintalah ia untuk berbaikan atau meminta maaf jika salah. Jangan lupa menjelaskan letak kesalahannya. Bagaimana jika gurunya membuat anak kurang nyaman ??? Jika guru mempunyai kesalahan walaupun tidak disengaja, segeralah minta maaf seperti sang guru mengajarkan kepada siswanya sampai dimaafkan kesalahannya. Dan harus memahami cara komunikasi dan sosialisasi kepada anak siswanya agar tercipta hubungan yang baik.

Hubungan baik atau buruk antara siswa dan guru akan menciptakan sebuah pengalaman yang selamanya menjadi kenangan dan cerita yang tak lekang dimakan zaman.

Dan bagaimana gaya berhubungan guru dengan siswa yang menyenangkan. Lihat beberapa contoh berikut ini.

1. Guru yang tidak pernah membeda-bedakan siswa mana yang lebih unggul dan tidak akan memberikan kesan kepada siswa bahwa guru tersebut berlaku adil. Ini salah satu gaya berhubungan guru dengan siswanya supaya siswanya ketika belajar tidak merasa dikotak-kotakkan. Dengan begitu guru dengan gaya berhubungan semacam ini akan menjadi pengajar yang banyak mendapatkan perhatian dari siswa.

2. Guru yang suka memberikan penghargaan setiap kali siswanya melakukan suatu hal yang baik dan menghasilkan predikat memuaskan. Misalnya guru yang memberikan permen atau minuman secara cuma-cuma kepada siswanya ketika semua siswa di kelas yang dia ajar tidak ada yang remidi. Gaya berhubungan semacam ini menjadikan guru dan siswa saling menghargai. Guru menghargai jerih payah siswanya dengan memberikan hadiah karena hasil belajar yang memuaskan. Begitu pula sebaliknya siswa akan belajar giat setiap kali ada tes dengan pertimbangan hadiah kecil namun berarti dari guru mereka menjadi penghargaan yang luar biasa.

3. Guru yang selalu menemani siswanya ketika ada pertandingan. Biasanya hal semacam ini dilakukan oleh wali kelas. Gaya berhubungan guru dengan siswa yang satu ini dapat mempengaruhi siswa secara mental. Karena siswa yang berkompetisi merasa mendapatkan dukungan yang lebih. Sekalipun siswanya kalah dalam kompetisi tersebut, rasa kecewa yang dibawa tidak begitu membebani.

4. Guru yang selalu memasukkan permainan disela-sela mengajar. Gaya berhubungan semacam ini akan membantu siswa mengatasi kejenuhan selama kegiatan belajar mengajar. Dengan begitu guru akan lebih dapat mengontrol siswa, begitu pula dengan siswa, ketika mengetahui guru yang berada dihadapan mereka asik dan menyenangkan mereka tidak akan sungkan untuk mengutarakan keinginan mereka ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.

sumber : laraasih.com

share

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Alumni Darunnajah Lanjutkan Studi di IIUI Pakistan

Saat ini sudah sangat banyak alumni Pesantren Darunnajah yang melanjutkan pendidikannya di seluruh penjuru dunia dan salah satunya di Pakistan. Kali ini kita akan menceritakan,

Pondok Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 Serang Banten

Praktek Manasik Haji

Serang, (18/02/20) seluruh santriwati kelas 3 Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah melaksanakan kegiatan Praktek Manasik Haji. Kegiatan Praktek Manasik Haji adalah salah satu materi dalam