Bertempat di aula, pada pukul 08.10 wib pembukaan pembekalan Praktik Da’wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) dimulai. Hadir menyampaikan sambutan pada pagi ini Kepala Biro Da’wah dan Hubungan Masyarakat, Ustadz Katna Putu Gandhi, S.Pd.I. Dalam sambutannya alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan 2/1995 ini mengingatkan pentingnya progam PDPM. “PDPM tahun ini terasa istimewa, karena dilaksankan setelah Ujian Nasional dan Ujian Nihai, juga bagi santri asrama ini adalah yang pertama kalinya PDPM berlokasi di Bekasi, tepatnya di Bantar Gebang!” ungkap ustadz asal Ponorogo Jawa Timur ini.
Selanjutnya, MC ananda Hari Wijaya (santri kelas VI TMI/XII MA) mempersilahkan Direktur TMI yang juga notabene Kepala Biro Pendidikan, Ustadz Muhammad Mufti Abdul Wakil, S.Pd.I menyampaikan pengarahan. Dalam uraiannya, alumni pesantren Pabelan Magelang dan LIPIA Jakarta tersebut banyak mengingatkan pentingnya menjaga dan menunjukkan identitas santri sejati. “Selama ini ada kesan bahwa santri itu identik dengan 5 K; konservatif/kolot, kumuh, kuper, keras /teroris dan kitab kuning!” ujar beliau. Selanjutnya ustadz yang kini berdomisili di Bekasi ini menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar, justru santri adalah sosok muslim yang dekat dengan nilai-nilai agama dan juga berwawasan luas, tidak hanya berkisar pada kitab kuning saja. Beliau juga menegaskan pentingnya persiapan dan kesesuaian sikap dalam mengajar dan menyampaikan da’wah, antara lain dalam khutbah Jum’ah. “Idealnya maksimal khutbah Jum’at itu antara 15-20!”, kemudian beliau mengungkapkan sabda Nabi yang memprediksi bahwa di akhir zaman akan muncul sekelompok umat Islam yang memanjang-manjangkan khutbah dan memperpendek sholat!.
Sesi pembukaan ini ditutup dengan pembacaan do’a Rabithah yang dipandu oleh koordinator panitia PDPM 2010, Ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom. Do’a Rabithah adalah do’a untuk meminta ikatan ukhuwwah imaniyyah yang mantab sehingga menguatkan ghirrah masing-masing individu muslim untuk berjama’ah dalam berda’wah karena da’wah merupakan ‘amal ijtima’i bukan ‘amal infiradi. Seusai sesi pembukaan, alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan 7/2000 ini menjelaskan tata-tertib selama pembekalan agar setiap peserta dapat memaksimalkan diri dalam mendapatkan pencerahan selama 3 hari sebelum berangkat menuju ladang da’wah di Desa Setu Jasinga bagi 31 santri non asrama dan Kelurahan Bantar Gebang Bekasi bagi40 santri asrama. Semoga! (WARDAN/Mr.MIM)

