Seratus tiga puluh tujuh santri Tarbiyah Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI) Pesantren Darunnajah 2 Cipining resmi diwisuda dalam Haflah Takharruj Catalyst Generation ke-32 pada Ahad, 22 Juni 2025.
Angka ini menandai lahirnya generasi baru yang siap mengabdi di seluruh penjuru negeri dengan bekal ilmu agama dan pengetahuan umum yang mumpuni.
Momen sakral ini dilaksanakan dengan bermuwajjahah bersama para guru dan kyai, dirangkai dengan doa bersama yang menghanyutkan.
Selama dua hari penuh, 21-22 Juni 2025, di Aula Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining menjadi saksi pencapaian luar biasa ini.
Prestasi gemilang menghiasi wisuda kali ini. Sepuluh alumni meraih predikat Mumtaz atau istimewa dalam Ujian Akhir Pesantren (Imtihan Nihai), menunjukkan dedikasi tinggi mereka dalam menguasai berbagai disiplin ilmu.
Pencapaian luar biasa juga ditorehkan delapan alumni yang berhasil menghafalkan Al-Qur’an 30 juz dengan takrir atau pengulangan hafalan antara 3-10 putaran.
Menyelesaikan pendidikan di Darunnajah bukanlah perkara mudah.
Para santri tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga harus mengikuti seluruh sunnah dan disiplin pesantren dengan konsisten. Setiap program dan kegiatan selama 24 jam didesain khusus untuk pendidikan karakter.
Kurikulum pendidikan Darunnajah adalah kurikulum kehidupan:
“Apa yang kamu lihat, apa yang kamu dengar, apa yang kamu rasakan adalah proses pendidikan.”
Kreativitas intelektual para alumni terbukti melalui publikasi 15 buku karya mereka yang telah diterbitkan dan diluncurkan.
Karya-karya ini mencerminkan kemampuan santri dalam menuangkan gagasan konstruktif untuk kemajuan umat.
Selain itu, kepedulian sosial mereka terwujud dalam hibah sekitar enam puluh juta rupiah untuk lampu penerangan kawasan Horizon di Kampus 3.
Beberapa alumni juga telah lulus seleksi dan menerima beasiswa pendidikan di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Sejak angkatan pertama lulus tahun 1994, TMI Darunnajah 2 Cipining telah meluluskan 3.999 alumni hingga angkatan ke-32 tahun 2025.
Angka ini menggambarkan konsistensi lembaga dalam mencetak generasi yang selain menguasai ilmu agama, juga memiliki wawasan luas dan kemampuan adaptasi dengan perkembangan zaman.
Pencapaian para alumni menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan individu yang seimbang antara dzikir dan pikir.
ereka selain menjadi hafidz Al-Qur’an, juga intelektual muda yang produktif dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
