Pendidik tak lain adalah petani. Seperti apa pepatah bangsa Cina:
Jika menginginkan kesejahteraan tanamlah padi. Jika menginginkan kesejahteraan 10 tahun tanamlah pohon. Jika menginginkan kesejahteraan 100 tahun didiklah generasi.
12 Mei 2012 adalah panen raya bagi pesantren Annur Cidokom. Dihari yang bersejarah itu, Alhamdulillah dilaksanakan Haflah Takharruj, atau wisuda santri akhir Pesantren Annur yang pertama dilaksanakan dalam sejarahnya.
Dalam acara yang dilaksanakan pada malam hari itu, dihadiri pula oleh Wakil dari Pimpinan Darunnajah Pusat, H.Sulaiman Effendi dan menyampaikan salam dari Bapak Pimpinan.
Dalam sambutannya mensyukuri selesainya pendidikan santri Angkatan III tersebut, bapak Pimpinan Annur, Ustadz Hadiyanto Arief berpesan bahwa seketika mereka kembali ke rumah mereka, santri harus tetap menjaga kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah ditanamkan selama proses pendidikan di pesantren didalam hidup keseharian mereka. Beliau mengutip sebuah ungkapan bahwa “Manusia adalah anak kebiasaannya”. Kumpulan kebiasaan-kebiasaan itulah yang membentuk karakter seorang anak manusia.
Beliau melanjutkan bahwa Akhlak-lah, dan bukan nilai raport atau ijazah, yang akan paling dinilai oleh keluarga dan masyarakat kelak ketika mereka berkiprah di masyarakat.
Semoga Allah meridhai perjuangan mereka dalam menuntut ilmu dan memberi keberkahan dalam kehidupan mereka didalam masyarakat.
7 santri Annur menyelesaikan studi mereka di Pondok ini. 3 Diantara mereka adalah santri muqim yaitu: Riezelda, Ai Maisaroh dan Ahmad Faishal. Tiga santri inilah yang insya Allah akan mengabdikan diri mereka dengan melanjutkan proses belajar mereka dengan belajar mengajar menguji prinsip terbaik dalam belajar, yaitu “Khairu-tta’allumi at-ta’liem”.
