(Serang/Nurul-Ilmi.com) “Assalamualaikum Wr.Wb.. Toyyib.. Akumu huna uridu ‘an aqro al-hadist : Sesungguhnya yang berkecukupan adalah orang yang hatinya selalu merasa cukup, dan orang fakir adalah orang yang hatinya selalu rakus. (HR. Ibnu Hibban). Itulah salah satu hadist yang dibacakan oleh pengurus disetiap harinya setelah shalat Zuhur (15/12).
Setelah membacakan hadist, pengurus yang tengah bertugas harus memberi pertanyaan dan menunjuk minimal tiga Santri untuk menjawab pertanyaan mengenai hadist pada hari ini dan juga hari kemarin. Bagi Santri yang tidak dapat menjawab, maka Santri akan masuk dalam Mahkamah Qismu Ta’lim (Bagian Pengajaran).
Selain itu juga, agar Santri tidak hanya mendengar dan menghafal, lalu melupakannya hanya karena tak ingin masuk mahkamah. Maka dari itu, Mereka diwajibkan untuk membawa buku dan mencatat hadist yang sedang dibacakan, agar Mereka dapat mengingat selalu materi yang diberikan oleh pengurus OSNI (Organisasi Santri Nurul Ilmi) serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.