Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., menghadiri kegiatan Pra-Kongres Umat Islam yang digelar oleh Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bersama Direktorat Pesantren Kementerian Agama di Kota Kediri, Jawa Timur, pada Kamis, (11/06)
Forum bertajuk multaqo atau diskusi ilmiah para pengasuh pesantren ini menjadi tonggak penting dalam rangkaian menuju Kongres Umat Islam Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di Jakarta.
Kehadiran Darunnajah mendapat sorotan khusus dan disebut secara langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, Dr. K.H. Anwar Iskandar, saat membuka forum, bersanding dengan sejumlah pesantren besar lainnya dari berbagai daerah.
Forum strategis ini mempertemukan para kiai, ibu nyai, pejabat pemerintah, serta unsur kepolisian untuk merumuskan rekomendasi komprehensif yang akan diserahkan kepada Presiden, Menteri Agama, dan Kapolri.
Dalam sambutan pembukanya, K.H. Anwar Iskandar menyoroti frasa pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang menyebutkan bahwa pemerintah “boleh memberi bantuan”.
Menurutnya, dukungan negara terhadap ekosistem pesantren semestinya bermakna kewajiban mutlak, bukan sekadar pemberian sukarela.
Ia mengingatkan kembali bahwa pesantren telah eksis ratusan tahun sebelum republik ini berdiri dan menjadi pilar penting dalam perjuangan kemerdekaan.
Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. K.H. Sofwan Manaf, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif forum ini.
Pertemuan lintas pesantren tersebut dinilai sebagai ikhtiar krusial untuk mengonsolidasikan dan menyuarakan kepentingan dunia pesantren secara kolektif menjelang Kongres Umat Islam Indonesia.
“Kami mengapresiasi langkah MUI dan Kementerian Agama yang konsisten memperjuangkan agar kehadiran negara untuk pesantren wujud sebagai tanggung jawab, bukan sekadar bantuan. Agenda transformasi kepengasuhan dan perlindungan santri yang dibahas di forum ini sangat relevan dengan komitmen keumatan yang terus kita bangun,” ujar K.H. Sofwan Manaf.
Forum Pra-Kongres ini nantinya akan melahirkan draf rekomendasi yang akan dikawal langsung kepada pemerintah sebagai bahan pijakan utama dalam Kongres Umat Islam Indonesia, yang dijadwalkan akan dihadiri 87 organisasi massa Islam di Jakarta pada bulan Juli mendatang.
Pesantren Darunnajah, yang kini tengah menyongsong usia 65 tahun sejak rintisan awalnya pada 1961, saat ini menaungi lebih dari 13.000 santri serta mengelola jaringan cabang yang luas di berbagai daerah.
Pesantren Darunnajah dalam multaqo di Kediri ini semakin mempertegas komitmen institusi untuk terus menjadi garda terdepan dalam perumusan kebijakan strategis umat.
