Guru Pesantren Dalami Makna Shalat Khusyu’ Guru Pesantren Dalami Makna Shalat Khusyu’

Guru Pesantren Dalami Makna Shalat Khusyu’

Masjid Jami Darunnajah 2 Cipining menjadi saksi kegiatan spiritual 245 guru Pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam mendalami esensi ibadah Shalat. Pelatihan Manajemen Shalat Khusyu’ diselenggarakan Departemen SDM pada 12 Februari 2025 dengan misi mengembalikan ruh khusyu’ dalam Shalat melalui pemahaman mendalam tentang makna gerakan dan doa dalam ibadah harian.

Kegiatan ini memperkuat dimensi spiritual para pendidik sekaligus menjadi ruang refleksi akan esensi pengabdian mereka sebagai pembimbing generasi masa depan. Ust. Abdul Khalim, S.Ag., M.Pd., alumni angkatan 3 Pesantren Darunnajah 2 Cipining yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bogor, hadir sebagai narasumber utama. Beliau dikenal sebagai motivator manajemen Shalat khusyu’ dan da’i.

Pelatihan diikuti seluruh guru, baik yang masih lajang maupun berkeluarga. Melalui pendekatan praktis dan reflektif, para guru dibimbing memahami setiap gerakan dan bacaan dalam Shalat, termasuk makna filosofis di balik ruku’, sujud, dan tahiyat.

Departemen SDM Pesantren Darunnajah 2 Cipining merancang kegiatan ini sebagai bagian program pengembangan kualitas spiritual pendidik. Filosofinya sederhana namun mendalam: guru yang khusyu’ dalam Shalatnya akan membawa energi positif dan keberkahan dalam proses pendidikan.

Data menunjukkan 245 guru yang mengikuti pelatihan melaporkan perubahan signifikan dalam kualitas ibadah mereka. Pemahaman yang lebih mendalam tentang makna doa dalam Shalat menjadi kunci transformasi spiritual yang dirasakan para peserta.

Para peserta berkomitmen menerapkan pembelajaran dari pelatihan dalam kehidupan sehari-hari. Transformasi kualitas Shalat diharapkan berdampak pada kualitas pengajaran dan pembimbingan santri, karena guru yang khusyu’ dalam ibadahnya akan memancarkan ketulusan dalam mendidik.

Guru Pesantren Dalami Makna Shalat Khusyu’

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Ust. Ribhi Azzami, alumni angkatan 28 yang juga putra Ust. Abdul Khalim. Pelatihan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala untuk terus memupuk kesadaran spiritual seluruh komponen pendidik di lingkungan pesantren.