Guru Ideal Dicari Oleh Murid

DNKindergarten, 15/05

Guru ideal adalah guru yang mengusai ilmunya dengan baik. Mampu menjelaskan dengan baik apa yang diajarkannya. Disukai oleh peserta didiknya karena cara mengajarnya yang enak didengar dan mudah dipahami. Materipun sampai ke otak siswa dengan baik, dan pembelajaranpun menjadi bermakna.

Ilmunya mengalir deras dan terus bersemi di hati para anak didiknya. Tapi, dia pun harus bisa menerima kritikan dari peserta didiknya. Dari kritik itulah dia dapat belajar dari para peserta didiknya. Guru ideal justru harus belajar dari peserta didiknya. Dia tak perlu malu. Guru ideal yang diperlukan saat ini adalah :

Pertama, guru yang memahami benar akan profesinya. Profesi guru adalah profesi yang mulia. Dia adalah sosok yang selalu memberi dengan tulus dan tak mengharapkan imbalan apapun, kecuali ridho dari Tuhan pemilik bumi.

Kedua, memiliki sifat selalu berkata benar, penyampai yang baik, kredibel, dan cerdas.

Selain itu, Guru yang ideal adalah guru yang memiliki 5 kecerdasan yang terpancar jelas dari karakter dan perilakunya sehari-hari. Baik ketika mengajar, ataupun dalam hidup ditengah-tengah masyarakat.

  1. kecerdasan intelektual
  2. kecerdasan moral
  3. kecerdasan sosial
  4. kecerdasan emosional
  5. kecerdasan  motorik

Kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kecerdasan moral, mengapa?

Bila kecerdasan intelektual tidak diimbangi dengan kecerdasan moral akan menghasilkan peserta didik yang hanya mementingkan keberhasilan ketimbang proses. Segala cara dianggap halal, yang penting target tercapai semaksimal mungkin.

Selain kecerdasan intelektual dan moral, kecerdasan sosial juga harus dimiliki oleh guru ideal agar tidak egois, dan selalu memperdulikan orang lain yang membutuhkan pertolongannya. Dia pun harus mampu bekerjasama dengan karakter orang lain yang berbeda. Kolaborasi adalah kecapan penting yang harus dimilikinya.

Selain itu, Kecerdasan emosional harus ditumbuhkan dalam diri agar guru tidak mudah marah, tersinggung, dan melecehkan orang lain. Dia harus memiliki sifat penyabar dan pemaaf. Memaafkan jauh lebih baik daripada dimaafkan.

Sedangkan kecerdasan motorik diperlukan agar guru mampu melakukan mobilitas tinggi sehingga mampu bersaing dalam memperoleh hasil yang maksimal. Kecerdasan motorik harus senantiasa dilatih agar guru dapat menjadi kreatif dan berprestasi. Dia memiliki ambisi dan cita-cita yang tinggi seperti menggapai bintang di langit. Tak salah bila pada akhirnya peserta didik mengatakan, “guruku mampu menggapai bintang di langit.”

Semoga sosok guru ideal semakin banyak dalam dunia pendidikan kita. Pertanyaannya sekarang, sudahkah anda menjadi guru yang ideal itu? Marilah  menginstrospeksi diri kita masing-masing.

sumber : edukasi.kompasiana.com

(sita,[email protected])