Menu

GITA MARSELA SURATI PRESIDEN RI UNTUK DAMAIKAN DUNIA (Juara Satu English Letter Compose dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Perkemahan Pramuka Santri Nusantra (PPSN) ini merupakan kali kedua. Departemen Agama RI selaku penyelenggara, mengundang ratusan pondok pesantren dan melibatkan 5800 andika Pramuka santri. Tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat dan mempersatukan Negara dengan Islam. Dalam Openeing Ceremony Rabu, 17 Juni 2009, Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Gubernur Jawa Barat, menyatakan bahwa sejak masa perjuangan melawan penjajah kafir, para santri sudah aktif terlibat melalui organisasi-organisasi kepanduan. Salah-satu kepanduan Islam yang tak lekang dimakan zaman adalah Hizbullah yang dikomandani Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Beberapa agenda kegiatan yang diikuti oleh para santri dengan full spirit antara lain: Pengetahuan tentang 8 SAKA, SAR, Mengagas Pesantren berwawasan lingkungan dan mengenal system kerja pemadam kebakaran. Para andika juga menampilkan seni dan kebudayaan daerah mereka masing-masing yang digelar pada setiap malam Bazar selama perkemahan religius tersebut. Setiap kontingen yang mewakili 33 provinsi se-Indonesia itu, juga aktif berlomba dalam aneka cabang yang meliputi: Seni Budaya, Mengarang dalam Bahasa Arab (Insya’) dan Bahasa Inggris (Compose), K3 (Kebersihan, Keindahan, Kerapihan), Majalah Dinding, Kreasi Iptek Santri, Parade Semaphore, Pameran dan Karnaval.

Adapun prestasi yang diraih oleh kontingen Darunnajah Cipining sebagai delegasi dari Provinsi Jawa Barat adalah Juara I English Letter Compose, Juara I Majalah Dinding (MADING) bersama kontingen lain dari Jawa Barat Juara III Ekpose Teknologi Tepat Guna. Dalam kegiatan yang dijadwalkan setiap tiga tahun tersebut, Darunnajah Cipining mendapatkan kepercayaan untuk mengirimkan dua regu putra dan putri.

Para santri yang mendapatkan kesempatan berharga tesebut adalah Arizki Ihsan Pratama, Diya Fahrurozi Labieb, Nopan Maulana, Muhayyar Lubis, Chairul Rahmat, Rizky Maulana, Andi Rahman, Agung saktiana, M. Kurniawan Al Basyir Tamar dan Reza Teguh Kurniawa. Adapun para peserta putrid terdiri dari; Isnaini mahmuda Kahar, Yunita Komlasari, Nihayatul Hasanah, Luthfia Tanty, Gita Marsela, Anityas Kusuma Wardhani. Diah Santika Wati, Sumarni, Dede Wahyuni dan Rika Rahayu. Mereka adalah santri kelas IV dan V TMI atau X dan XI Madrsah Aliyah. Pesantren lain dari Kabupaten Bogor yang juga menjadi delegasi Provinsi Jawa Barat adalah Darul Muttaqin, Darul ‘Ulum dan Nurul Iman.

Adalah KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc selaku ka Mabigus Gudep. 03-001 dan 03-002 pada hari Kamis, 18 Juni 2009 diundang menghadiri Seminar dan Lokakarya Nasional yang juga menjadi rangkaian kegiatan PPSN II tersebut. Seminar dengan tema ‘Revitalisasi Pendidikan Kepramukaan berbasis Pondok Pesantren’ ini, diikuti dengan sangat antusias dari segenap undangan, bahkan melebihi kapasitas ruang yang digunakan. Tampil sebagai pemateri adalah beberapa fungsionaris Kwarnas dan KH. Drs. Mahrus Amin (Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta dan Ketua Umum Badan Kerja-sama Pondok Pesantren Seluruh Indonesia /BKSPPI).

Diantara point penting dari seminar yang berlokasi di Hotel Puri khatulistiwa ini adalah usulan agar dalam struktur kepengurusan Organisasi Pramuka di Tingkat Nasioanal (Kwarnas) juga terdapat para Ulama. Hal ini dimaksudkan agar pendidikan kepramukaan di sekolah berbasis agama Islam, madrasah dan pesantren tidak kontra dengan syari’at Islam. Beberapa pertanyaan yang muncul dalam seminar tersebut antara lain: mengapa dalam langkah maju jalan mendahulukan kaki kiri?, mengapa harus mengunakan api unggun yang menyerupai tata-cara ibadah orang Majusi?, mengapa para andika yang sudah baligh tidak menutup aurat dengan sempurna?, mengapa dalam kegiatan perkemahan kepramukaan belum mengindahkan disiplin sholat fardhu berjama’ah?. Di samping mengikuti seminar, Kyai Jamhari juga mengunjugi langsung tenda kontingen Darunnajah Cipining. Beliau menyampaikan beberapa saran dan masukan sebagai motivasi bagi para santri yang menjadi delegasi pesantren tersebut.

Adapun Ustadz Syaiful Hadi Scada, S.Pd.I., MT. (Ka Mabikori gudep 03-001 dan 03-002) yang merupakan salah-satu panitia pelaksana PPSN II tersebut, diamanati menjadi ketua komisi B dengan tugas mendesign rencana dan agenda PPSN III pada 2012. Sidang komisi yang juga berloksi di hotel yang sama ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pondok Pesantren Se Jawa Barat, kwarda/pinkonda dan 2 orang pendamping setiap kontingen.

Dalam even Perkemahan dengan motto kegiatan SAKTI (santri, Aktif, Kreatif, Tangguh dan Intelek) ini, tercatat rekor Parade Semaphore Terpanjang oleh Musium Rekor Indonesia (MURI). PPSN II yang berlokasi di Bumi Perkemahan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat ini, ditutup secara resmi oleh Menteri Agama RI, H. maftuh Basyuni. I’m Boyscout and I’m Moslem, selamat untuk para andika Islami!. (Laporan oleh Mr. MIM).

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 Serang Banten

Praktek Manasik Haji

Serang, (18/02/20) seluruh santriwati kelas 3 Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah melaksanakan kegiatan Praktek Manasik Haji. Kegiatan Praktek Manasik Haji adalah salah satu materi dalam

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

STAI Darunnajah Gelar Lomba Dakwah Haji Se-Jabodetabek,

STAI Darunnajah Jakarta akan menggelar Lomba Dakwah Haji se-Jabodetabek pada tanggal 7 Maret 2020. Dalam menggelar acara ini, STAI Darunnajah bekerjasama dengan Forum Komunikasi Alumni