Dari Kabut Pagi Hingga Shaf-Shaf Rapi Para Penjaga Kalam Ilahi, Beginilah Suasana Jumat Subuh di Darunnajah 17

Oleh : Naila Yumna

Adzan subhuh bergema syahdu. Fajar mengigil dipeluk kabut dan dinginnya udara pagi. Langkah-langkah kaki mulai menapaki bumi, menembus rerumputan yang basah oleh hujan dini hari. Suara gemericik air dari keran-keran terdengar, tanda kehidupan akan dimulai lagi hari ini.

Langkah-langkah itu tegap. Berbondong-bondong melawan udara dingin yang menusuk sendi-sendi. Melawan godaan tebalnya selimut yang memanggil untuk kembali tertidur. Mereka berjalan menuju sebuah tempat yang menghidupkan hati untuk mengingat Sang Pencipta, tempat dimana setiap  merendahkan tubuh, menundukkan hati, meletakkan kening di atas tempat sujud.

Usia yang masih sangat muda. Para penuntut ilmu dan pejuang agama, para penjaga kalam Ilahi. Para pejuang berjubah dan berpeci putih, bidadari surga bermukena putih. Berdiri bersaf-shaf menyambut panggilan Ilahi Robbi.

Jum’at, 15 Agustus 2025.

Hari itu, shalat Shubuh berjamaah berlangsung syahdu di Masjid Khodijah Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Ummul Mu’minin Darunnajah 17.

Menunggu fajar menyingsing, ta’lim yang penuh hikmah disampaikan oleh wakil pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Darunnajah 17, Ust. Tanri Wicaksono.

Ta’lim mudir yang rutin dilaksanakan di setiap Jum’at, dan di  talim pagi  ini mengingatkan para santri akan pentingnya niat dalam setiap perbuatan. Bahwa setiap amal itu tergantung oleh niat. Beliau memberi contoh sederhana : hadir di masjid pagi ini dengan niat beribadah karena Allah maka ia mendapatkan balasan sesuai yang diniatkan. Bahkan jika seseorang berniat melakukan kebaikan namun belum terlaksana,  maka ia tetap mendapat pahala sesuai apa yang diniatkan.

Para santri dengan antusias mendengarkan ta’lim.

Beranjak dari masjid, mentari mulai menampakkan sinarnya di balik gumpalan awan. Hati dan jiwa para santri terasa hangat, meskipun dinginnya udara pagi masih terasa menusuk kulit. Nasihat tentang keikhlasan niat itu tertanam dalam-dalam, menjadi pengingat di setiap Langkah yang akan mereka lakukan di sepanjang hari itu. Bukan hanya sekedar aktivitas rutin, tetapi shalat jamaah Subhuh ini menjadi ladang merefresh jiwa dan memberi kekuatan para pejuang subuh itu untuk terus menapaki jalan perjuangan menuntut ilmu dan menjaga Kalamullah.