Genre baru “Menghafal Al Quran dengan belokan belokanya”

Genre baru menghafal Al Quran

Genre baru menghafal Al Quran

Alhamdulillah Pondok Pesntren Darunnajah sudah menjadi kimblat untuk para penghafal AL Qur’an dengan di adakan acara MHQ (Musabaqoh Hifdzul Quran) yang ke 3. Dalam penutupan acara MHQ (Musabaqoh Hifdzul Qur’an) ke tiga menghadirkan tamu KH Yusuf Mansur, dalam pidatonya beliau memberikan tips menghafal Al Quran dengan belokan belokanya.

Genre baru untuk para penghafal Al quran, tidak hanya dengan mutqin, sanad, dan bacaannya bagus, tetapi dengan seluruh tikunganya dan belokan belokanya. Mengahafal dengan no ayatnya, kosakatanya, no halaman, no barisannya, dan hadist-hadist yang terkait dengan apa yang lagi di hafal.

“Saya membawa anak saya kumi, ananda alhamdulillah mengahafal Al Quran berikut nomer ayat. Dulu saya menyangka ini adalah keajaiban ternyata ini bukan keajaiban tapi ini adalah bagian dari metode sederhana, yakni menghafal sekaligus nomer ayatnya. Saya pribadi juga sedang mengulang kembali hafalan Quran dan semoga mendapat barokah lagi sebagai penghafal Al Quran berikut nomer ayatnya insyaalallah alhamdulillah dengan izin allah sebagai targhiban linnas bil ibtida’ alhamdulillah beberapa surah seperti Al Baqoroh, Ali Imran, Empat surah awal, dan surah surah favorit, itu sudah dengan no urut, no acak, bisa dari bawah, bisa dari atas, bisa dari tengah, demi allah itu bukan sebuah keajaiban.

Setelah di rasa menghafal dengan tikungan ini ternyata lebih memudahkan untuk mengahafal. Misalnya, kita mengahafal halaman sepuluh dari surah Al Baqorah kita lihat Struktur ada dua وَاذ , di ayat 62 awali dengan إِنَّ الّذِي diakhiri dengan قَالُوْاادْع لَنَا . ternyata hafal dengan metodologi seperti ini durasinya sama 40 kali pengulangan atau 30 kali atau 10 kali, tapi subhanallah kekuatan ini sungguh luar biasa.