Gema Takbir Darunnajah

Gema takbir menyelimuti seantero langit Darunnajah malam kemarin (Selasa,16-11-'10). Seluruh santriwati beramai-ramai menyerukan 'Allahu Akbar', sebagai peng-afdhol malam Iedul Adha. Suara mereka bergema, sahut-sahutan ( agak rusuh memang ), tetapi itu menjadi 'nyawa' tersendiri di malam akbar yang notabennya, bagi mereka, tanpa didampingi orang tua.

Flashback. Pada Selasa, 16-11-'10, pagi hari. Dapur terlihat bersih, tak bersisa makanan bekas sahur tadi. Santriwati diwajibkan puasa Arafah pada hari itu, puasa H-1 sebelum Iedul Adha. Bagi mereka yang 'kebetulan' bangun sahur tentu tidak ada masalah. Tetapi, bagi mereka yang tidak sahur, wah ini jelas sebuah masalah. Bagaimana caranya mereka, santriwati yang tidak sahur, untuk tetap survive menjalankan KBM ( Kegiatan Belajar Mengajar ). Tapi ternyata tekad dan niat mereka untuk puasa lebih kuat dari pada kondisi perut yang kosong. Dengan bermodalkan bismillah, mereka berpuasa.

Siang hari. Adzan berkumandang. Mereka, santriwati, berbondong-bondong menuju masjid untuk melanksanakan Ibadah Shalat Dzuhur. Menit demi menit, empat raka'at pun terlampaui. Kembali, mereka berbondong-bondong turun dari masjid. Selama mereka turun, tiba-tiba kemanan OSDN mengarahkan mereka menuju masjid lt 1, ada pengarahan katanya. Dengan mata yang sayu dan perut yang nge-band, mereka pun menuruti instruksi. Selidik punya selidik, ternyata kumpul-kumpul ini akan mengulas tentang tata cara shalat idul adha yang akan di sampaikan oleh Ust. Sulaeman Effendy. Mereka pun mendengarkan dengan baik, sami'na wa atho'na saja lah. Setelah 1 jam berlalu, pengarahan itu pun selesai juga. Alhamdulillah, akhirnya.

Sore hari. Kembali lagi, mereka melaksanakan shalat ashar berjama'ah. Seperti itu selanjutnya, naik masjid dan turun masjid lagi. Sampai pada akhirnya kantuk membawa mereka ke alam tidur, mereka kembali ke kamar masing-masing. Subhanallah, ada waktu senggang sedikit untuk istirahat.

Malam hari. Waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh santriwati, ya, mereka menunggu waktu takbiran. Waktu dimana mereka bersenda gurau bersama, dimana mereka melepas jenuh dengan berseru-seruan bertakbir. Ember, gayung, dan botol mereka boyong ke GOR. Ya, ada acara  Lomba Gema Takbir per asrama yang diselenggarakan oleh bagian pengajaran dan keputrian OSDN. Tiap-tiap asrama menyerukan yel-yelnya masing-masing dengan sekompak-kompaknya supaya bisa menjadi pemenang. "Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar..Laa Ilaaha Illa-llaah Huwa-llaahu Akbar!.. Allahu akbar.. wa li-llaahi-lhamd.".  Gema takbir menyelimuti seantero langit Darunnajah malam itu. Seluruh santriwati beramai-ramai menyerukan 'Allahu Akbar', sebagai peng-afdhol malam Iedul Adha. Suara mereka bergema, sahut-sahutan ( agak rusuh memang ), tetapi itu menjadi 'nyawa' tersendiri di malam akbar yang notabennya, bagi mereka, tanpa didampingi orang tua. Di malam akbar penghilang rasa 'suntuk'
dan mengagunggkan nama-Nya.

[Celoteh Santri] Gema Takbir Darunnajah
oleh : TYAS, kls VI TMI Darunnajah