Bila diartikan, judul di atas menggambarkan bahwa masa depan yang gemilang tergantung dari bagaimana kualitas kepemimpinannya. Berarti, proses membentuk seorang pemimpin masa depanlah yang musti dibenahi kemudian ditingkatkan. Hajat itulah yang sedang dikerjakan biro pengasuhan santri terhadap para pengurus organisasi di bawah tanggung jawabnya dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) selama 3 hari (19-21 Februari).

Memasuki hari perdana, Jum’at (19/02) kegiatan yang diikuti oleh pengurus OSDC (pa-pi) OSADC-OSIDC, Koordinator, dan OSTAQ, dibuka secara resmi dengan penyematan tanda peserta secara simbolis yang diwakili oleh Andi Rahman (putra) dan Imelda Hariyani (putri) oleh kepala biro pengasuhan santri, Ustadz Achmad Rosichin, S.Pd.I. Selanjutnya, dalam sambutannya, beliau mengamantakan kepada seluruh peserta agar menjaga etika selama training berlangsung, sebagaimana motto kepemimpinan di pesantren yang mengatakan ready to lead and ready to be lead.
Ustadz Rosichin menambahkan bahwasannya fenomena yang sedang terjadi hari ini adalah bangsa Indonesia sedang mengalami krisis kepemimpinan sehingga melalui LDK ini, santri Darunnajah Cipining dapat terlahir sebagai pemimpin selanjutnya. Dan melalui kepengurusan pada levelnya, para santri dilatih untuk mempersiapkan diri sedini mungkin.

Begitupun Ustadz Fahmi Dzikrillah, selaku ketua panitia, ia mengharapkan agar usai LDK ini terdapat perubahan dalam kepengurusan tahun ini sehingga tahun ini menjadi tahun kebangkitan pengurus. Dengan mengutip kata-kata bijak yang berbunyi ‘Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada sejarahnya, Ustadz Fahmi menegaskan bahwa hari ini adalah masa mereka memimpin dalam organisasi yang diamanhkan pimpinan pesantren. Di akhir sambutan, Ustadz penyandang sarjana ilmu politik ini menegaskan akan uswah hasanah. “Ciptakan sejarah yang baik pada masa kepemimpinan kalian!” serunya.
Selanjutnya, memasuki sesi pertama seusai sholat Jum’at, para peserta yang berjumlah 200 orang tersebut diajak bermain dalam team work building bersama tim Tazkia Learning Center pimpinan Ahmad Subekti . Puas dengan permainan tim, peserta belajar tentang effective communication dan interpersonal relation meliputi respek & integritas, emphatic komunikasi, serta communication attitude.
