Fluoride dan Aspartame (Aspartam)

Sudah Pernah dengar kata “Fluoride”? atau “Aspartam”?, ya, beberapa tahun yang lalu kita pernah melihat Iklan pastagigi di televisi dengan menyebutkan “Fluoride” sebagai salah satu kandungannya yang dapat menguatkan dan memutihkan gigi. Benarkah demikian? Mungkin juga kita pernah mendengar berita di Internet bahwa “Aspartame” adalah penyebab wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus. Sedikit kita intip seminar yang dibawakan oleh Ustadz Deni Rusman dan Ustadzah Nani Karmila pada hari Jum’at, 25 Februari 2011.


Aspartame banyak dijumpai pada minuman ringan, baik yang serbuk ataupun yang langsung diminum, soft drink, maupun minuman supplement untuk menjaga agar tetap energi. Bagi penderita Diabetes, Aspartame ini sangat berbahaya, apalagi sampai dikonsumsi dalam waktu yang lama, karena akan mengakibatkan koma bahkan kematian.  Untuk menghindari bahan yang bernama kimia N-(L-α-Aspartyl)-L-phenylalanine ini, kita bisa melihat langsung di kemasannya, atau bisa ditanyakan langsung apakah minuman ini menggunakan Gula atau tidak, jika tidak, bisa jadi menggunakan Aspartame sebagai pemanis pengganti gula.


Wikipedia memberikan beberapa keterangan kepada kita tentang aspartame, bahwa Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyatakan bahwa Aspartame relative aman dikonsumnsi. FDA menyetujui Aspartame digunakan untuk bahan pemanis buatan sejak tahun 1996, dengan batas pemakaian yang dianjurkan (Acceptable Daily Intake) sebesar 40 mg/kg berat badan. Namun Wiki juga menyatakan bahwa Aspartame dapat menimbulkan penyakit Fenilketonuria, di mana penderita tidak dapat memetabolisme fenilalanina secara baik karena tubuh tidak mempunyai enzim yang mengoksida fenilalanina menjadi tirosina dan bisa terjadi kerusakan pada otak anak.

Bagaimana dengan Fluoride yang selama ini digembar-gemborkan baik untuk gigi? Ternyata melalui berbagai penelitian yang dapat dipercaya dari berbagai belahan dunia terbukti menunjukkan fakta bahwa Fluoride justru berbahaya. Agustus 2002, Belgia menjadi Negara pertama yang melarang penggunaan berbagai suplemen, pasta gigi, tablet, obat tetes, permen karet dan lain-lain yang mengandung fouride. Hal ini dilakukan karena Fluoride akan menyebabkan keracunan dan resiko besar bagi kesehatan fisik maupun psikis.

Bukan hanya Belgia, tetapi sebagian besar bangsa eropa termasuk Jerman, Belanda, Swedia, dan Prancis melarang penggunaan Fluoride. Fluoride sama sekali tidak menyehatkan dan tidak membantu dalam mencegah kerusakan gigi dan tulang pada manusia. Pada tahun 1990, Dr John Colquhoun melakukan penelitian pada 60.000 anak sekolah dan tidak menemukan perbedaan kerusakan pada gigi antara yang menggunakan fluoride dan yang tidak, bahkan ia menemukan sejumlah anak pada wilayah yang diberi fluoride menderita keropos gigi yang disebut Fluorosis. Fluorosis gigi adalah kerusakan enamel secara kualitatif yang merupakan hasil dari peningkatan konsentmsi fluor di sekitar ameloblast selama pembentukan gigi yang dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi dan meningkatkan porositas enamel permukaan sehingga enamel nampak opak.

Mengenal lebih jauh tentang Fluride, salah satu zat kimia yg dikenal paling beracun adalah Fluoride, hal tersebut dapat kita pastikan bahwa sodium Fluoride dapat kita temui dalam racun tikus. Fluoride adalah zat kimia kunci dalam memproduksi Bom Atom, Fluoride sangat esensial untuk memproduksi Bom Uranium dan Plutonium untuk membuat senjata nuklir selama Perang Dingin.

Dalam buku Fluoride the Aging Factor, Dr John Yiamouyiannis memaparkan beberapa efek negative biologis akibat menggunakan Fluoride, diantaranya gigi Fluorosis (keropos), kerusakan gigi dan gigi tanggal, berkurangnya kecerdasan, penuaan dini, aborsi spontan, tulang rapuh, dan kanker. Hal ini dikuatkan oleh New Jersey yang mengkonfirmasi bahwa terjadi peningkatan 6.9% kasus tulang melengkung akibat kanker tulang pada anak muda dalam komunitas yang menggunakan fluoride, dan peningkatan 5% dalam semua jenis kanker dalam komunitas yang menggunakan Fluoride.

Aspatmae dan Fluoride, keduanya merupakan zat kimia yang cukup merugikan bagi tubuh. Dalam presentasi yang berdurasi 2 jam tersebut, Ustadz Deni menghimbau agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi aspartame yang terdapat hampir pada semua jajanan minuman ringan. Untuk Fluoride pada pasta gigi, bisa menggunakan pasta gigi yang tidak menggunakan Fluoride yang lebih dikenal dengan pasta gigi herbal. Dengan demikian, segala penyakit yang bisa di akibatkan dari kedua zat kimia tersebut bisa dihindari. Sebagaimana pepatah mengatakan, mencegah lebih baik dari pada mengobati. [WARDAN/Kang DR]