Pernah gak sih kalian main hp hanya untuk scrolling yang awalnya gabut malah gak bisa berhenti. Padahal isinya hanya video musibah, berita kriminal, komentar pedas sampai gosip terbaru. Nah, kebiasan yang kalian alami ini biasanya dikenal dengan istilah doomscrolling.
Istilah doomscrolling adalah gabungan 2 kata, doom yang berarti malapetaka atau berita buruk dan scrolling yang berarti menggeser layar. Doomscrolling bisa dikatakan dengan sebuah kebiasaan menggeser layar media sosial terus-menerus untuk membaca berita atau konten bernuansa negatif.
Menurut ahli psikologi, doomscrolling biasanya muncul saat seseorang ingin mencari tahu sebuah kebenaran dari suatu berita yang memacu rasa kecemasan sehingga mencari rasa aman melalui informasi lainnya. Penelitian juga menunjukan jika semakin banyak berita negatif yang dikomsumsi maka semakin meningkat pula tinggat stres dan kecemasan yang dialami seseorang.
Situasi ini akan berdampak buruk pada kesehatan mental dan membuat waktu terbuang sia-sia. Secara fisik, kebiasaan menggeser layar hingga larut malam secara terus-menerus dapat merusak pola tidur di malam hari dan dapat menyebabkan insomnia. Hal ini juga dapat memicu penurunan konsentrasi dalam nilai akademik.
Kebiasaan scrolling juga harus dikikis setiap harinya. Setiap kali kita menggeser layar untuk menonton video pendek, otak akan melepas hormon dopamin-hormon yang memberikn rasa senang dan puas.
Sistem kerja video pendek ini sama seperti mesin judi (slot machine). Kamu tidak pernah tahu video seperti apa yang muncul berikutnya-bisa jadi biasa saja, atau bisa jadi sangat seru. Inilah yang membuat jempolmu terus-menerus menggeser layar.
Memasang fitur pembatas waktu di hp dapat menjadi jalan keluar agar penggunaan aplikasi tetap terkontrol dengan bijak. Selain itu, sengaja mencari konten penyeimbang yang edukatif dapat meminimalisir munculnya berita negatif. Jangan lupa juga untuk menjauhkan hp dari tempat tidur agar pikiran menjadi rilks dan siap untuk beristirahat.
