Fatamorgana Kehidupan

Fatamorgana Kehidupan

Jika kita ibaratkan waktu dengan lautan maka didapati bahwa air keruhnya (bukan najis) lebih banyak daripada air jernihnya. Maksudnya bahwa mayoritas orang menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif (meskipun tidak berdosa) dibandingkan dengan perbuatan kebaikan.

Jika manusia selalu berfikir tentang akibat dari perbuatannya, niscaya ahlaqnya akan menjadi baik. Contoh sebelum merokok dia berfikir mendalam apa hukumnya?, minimal makruh bahkan ada yang mengharamkannya. Bagaimana dari sisi kesehatan?, semua ahli kesehatan bersepakat bahwa merokok membahayakan kesehatan tubuh. Dan bagaimana dari sisi keuangan?, sudah barang tentu merokok merupakan perbuatan tabdzir.

Namun faktanya mengapa masih banyak orang yang tidak mengerti serta memahami hikmah dari setiap kejadian?, karena mereka tertipu dengan kehidupan dunia.

Ingatlah bahwa waktu itu menipu, cita-cita juga bisa memperdaya padahal usia kita dalam fase kehidupan di dunia bukannya bertambah namun justru berkurang hakikatnya.

Tidak sedikit para remaja dan pemuda melakukan perbuatan yang membahayakan dirinya dan orang lain, karena mereka tidak berfikir dan peduli terhadap masa lalu (pengalaman) dan masa depan (harapan).

Wahai orang yang cuek bebek terhadap diri dan lingkungan sekitarnya, waspadalah bahwa anda tertipu dengan waktu. Ingat dan yakinlah bahwa suka tidak suka anda juga akan menjadi tua. Ada pantun yang sering disampaikan oleh Dai Sejuta Umat dalam ceramahnya : Kelapa muda dikupas-kupasin, kelapa tua tinggal batoknya, selagi muda dipuas-puasin, nanti tua tinggal bongkoknya. Isilah masa muda dengan ketaqwaan, kebajikan dan prestasi nan membanggakan.

Ketika ananda berada dalam sebuah keraguan maka lakukanlah dua hal : Sholat Istikharah untuk memohon petunjuk Allah SWT dan Musyawarah guna menjaring pencerahan dan pendapat lainnya. Tidak akan rugi orang yang berisrikharah, tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah.

Terakhir, yakinlah bahwa kehidupan ini laksana pakaian yang pasti akan kita tanggalkan. Andaipun kita begitu menyukai sebuah pakaian dan senantiasa dipakai dalam segala situasi dan kondisi, maka beriringan dengan waktu, suka ataupun tidak suka, pakaian itu akan tanggal dengan sendirinya. Fase kehidupan itu empat : alam rahim umumnya 9 bulan 10 hari, alam dunia umumnya 60-70 tahun, alam barzakh yang bisa jadi taman surga atau jurang neraka tergantung amal kita, alam akhirat alam keabadian di syurga dengan segala kenikmatannya atau di neraka dengan siksa dahsyatnya.

Kalau orang Indonesia hendak haji atau umrah maka Rupiah harus ditukar dengan Riyal agar laku di Arab Saudi, harus ditukar dengan Dolar ketika di Amerika, harus ditukar dengan Rupe ketika di India. Nah bagaimana ketika kita akan berada di alam barzakh dan akhirat?, maka semua harta benda, diri dan keluarga haruslah ‘ditukar’ dengan Ketaqwaan sebagai Bekal Terbaik di Alam Baka.

Diulas dari Mahfudzat Mahmud Sami Basya Al Barudi (wafat 1332 H).

(Pengulas adalah pengajar Mahfudzat TMI Darunnajah 2 Cipining Bogor/mr. mim).