Vila Darunnajah di Cipanas Cianjur menjadi saksi indahnya ukhuwwah fillah wa lillah keluarga besar anshor ma’had Darunnajah Cipining. Kegiatan ini berlansung selama 2 hari, 5-6 Juli 2010. Pukul 08.10 3 armada bus pariwisata membawa rombongan menuju vila Darunnajah yang berdekatan dengan Taman Bunga Nasional. 2 bus untuk para dewan guru yang sudah berkeluarga, mereka membawa serta para  bidadari dan anal-anak belahan hati. Satu bus diperuntukkan untuk para guru lajang. Menjelang pukul 14.30 wib segenap peserta sudah tiba di kawasan Taman Bunga Nasional, seusai sholat jamak dhuhur dan ashar, mereka segera menikmati keindahan aneka bunga ciptaan Allah Yang Maha Kuasa.

tua-muda, beda usia tidak menjadi kendala, ayo bersama!

Tampak sebagian dewan guru beserta keluarganya menikmati aneka wahan permainan yang disiapkan oleh pengelola taman, antara lain; kereta mini, berkuda ria, srudak-sruduk, aft, go car, bebek renang dan lain-lain. Sebagian lain tampak menikmati ramainya pengunjung, bahkan tidak sedikit dari dewan guru yang bermuhadatsah dengan pengunjung dari Saudi Arabia. Mereka juga tidak melewatkan kesempatan indah ini untuk berpose bersama keluarga dan para sobat mereka.

Pukuk 17.30 wib peserta family gathering sudah tampak berkumpul di vila Darunnajah yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Taman Bunga Nasional. Mereka segera bersiap-siap melaksanakan MCK. Setelah sholat Maghrib jamak dengan sholat Isya, mereka segera menikmati lezatnya ketupat sayur yang sudah disiapkan oleh para istri dan ustadzah.

Terima-kasih Ibu, Jasamu Padaku Tak Pernah Layu!

Pukul 20.10 wib bertempat di aula mini yang terbuka, pimpinan pesantren Darunnajah Cipining menyampaikan taushiah dan wejangan. “ Saya sangat bersyukur dan berbahagia pada malam ini bisa bertemu dengan seluruh pejuang Darunnajah!” ungkap beliau mengawali taujihatnya. Kyai alumni Gontor dan Ummul Quro Makkah ini menjelaskan pentingnya meningkatkan ukhuwwah dan kebersamaan antar seluruh anshor ma’had Darunnajah Cipining. “Ibarat lidi, maka jika dipersatukan maka akan optimal penggunaannya. Masing-masing kita memliki potensi berbeda-beda yang perlu dihimpun agar dapat dimaksimalkan manfaatnya!” papar kyai yang memiliki 4 putra dan 2 putri tersebut.

Di Dalam Kebersamaan Ada Keberkahan.

Dalam pertemuan awal itu, pak kyai juga secara khusus berterima-kasih kepada para istri dewan guru Darunnajah Cipining yang telah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh mendukung perjuanangan para suami mereka dalam berjihad via pendidikan di Darunnajah Cipining. Suami Hj. Rahmah Manaf Mukhayyar ini juga berpesan agar memperhatikan pendidikan anak-anak. “ Saya khawatir betul kalau justru anak-anak kita nantinya dididik di lembaga non pesantren. Karena virus dan kesalah-fahaman masyarakat dalam presepsi pendidikan ini sangat berbahaya. Orientasi pendidikan harus mengutamakan akhirat. Ingat, bahwa berbuat baik itu ibarat menanam kebaikan yang pasti akan mendapatkan balasan kebaikan tidak hanya di akhirat tapi juga di dunia ini!”

S

family gathering; mari bicara, mari bersama-sama bahagia!

etelah selesai menyampaikan arahan secara umum, kyai jamhari mempersilahkan para ibu-ibu untuk menerusakan aktifitas merekea, adapun para asatidz dan ustadzah meneruskan pertemuan dengan agenda pembukaan Rapat Evaluasi Akhir Tahun Pelajaran 2009-2010 smapai pukul 22.30 wib. Pada malam itu seluruh komponen meberikan masukan kepada pimpinan pesantren, seluruh biro dan lembaga yang ada di Darunnajah Cipining dan dibahas dalam pertemuan keesokan harinya. (WARDAN/Mr.MIM)