Evaluasi Pesantren

Evaluasi Pesantren

Wardan [24/06/2013], Program kegiatan pendidikan dan pengajaran tahun akademik 2012-2013 Pesantren Darunnajah Cipining telah berakhir, ditandai dengan berakhirnya ujian semester genap dan sidang yudisium santri.

Perjalanan kegiatan pesantren selama tahun ajaran tentunya harus dievaluasi, sebagai bahan perjalanan kegiatan tahun berikutnya. Senada dengan tradisi dan budaya Islam, “Hai orang-orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah, dan lihat serta pelajarilah, telitilah dan evaluasilah apa yang telah berlalu untuk langkah-langkahmu ke depan.”

Untuk meneruskan  dan melestarikan budaya tersebut, Pesantren Darunnajah Cipining adakan rapat evaluasi pada tanggal 24 Juni 2013, yang dihadiri kepala-kepala biro dan lembaga serta dewan guru.

Bertindak sebagai moderator adalah pengawas pesantren. Ustadz Muhammad Mufti, S.Pd.I., membawahi Biro Pengasuhan, Biro Pramuka Pengembangan Prestasi Santri dan Biro Dakwah dan Humas. Ustadz Drs. Abdur Rosyid memimpin rapat komisi Biro Pendidikan, Biro Pengkaderan, Biro SDM Guru dan Biro Informasi dan Teknologi. Ustadz J.J. Juraemi, S.Ag pada Biro Keuangan, Biro Rumah Tangga dan Biro Usaha.

Pembukaan rapat dimulai pukul 07.47 WIB oleh Ustadz Muhammad Mufti, dilanjutkan pengantar dari Pimpinan Pesantren. Beliau paparkan pentingnya rapat evaluasi ini dalam durasi waktu kurang lebih tiga puluh menit.

Sambutan pimpinan menitikberatkan kepada kerja yang telah dilaksanakan untuk dievaluasi dan dioptimalkan satu tahun ke depannya. Sementara pekerjaan yang tertunda, yang kurang optimal dan tidak berjalan, supaya lebih dioptimalkan kembali pada masa-masa berikutnya.

Masing-masing personal guru dan terlebih kepada pengurus pesantren, agar mempersiapkan kembali menanam kebaikan kinerja sebanyak-banyaknya, dengan harapan mengetam sebanyak-banyaknya (dunia-akhirat). Sebab maju-mundurnya pesantren, bergantung kepada siap-tidaknya pengurus dalam mengelola pesantren.

Di samping itu, beliau berpesan dalam menjalankan tugas fungsionaris pesantren mampu menjalin komunikasi dan hubungan kerja (team work), antarelemen, antarbiro dan antaranggota. Perlu mengajak orang lain, karena sangat berat bila berjalan dengan sendiri. Pada setiap kepala terdapat pemikiran yang berbeda dengan lainnya.

Doa beliau kepada mudarris, semoga menjadi pewaris Anbiya’, dalam berbagai lini, keilmuan, keteladanan, kesabaran, kesyukuran, ketaatan, dll. Dengan demikian memberikan ruh terhadap kinerja, kegiatan pesantren lebih berkualitas, tidak sekedar ada, tetapi mempunyai nilai (value), dan menjadi sempurna (perfect).

Amanat-amanat bisa terselesaikan dalam waktu cepat dan tepat, sesuai dengan target, sebab Manusia merupakan (pemegang amanat, yang tidak satupun makhluk di muka bumi ini mau dan sudi memegang amanat). Berdzikir sesuai dengan profesinya. Feet backnya, adalah kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Darunnajah Cipining (mouth to mouth), bila amanat tidak dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka tidak akan mendapatkan berkah, serta simpati masyarakat berkurang, bahkan terjadi dekadensi kepercayaan.

Sesuai dengan amanah pimpinan, maka rapat evaluasi merekomendasikan beberapa hal yang mengarahkan kepada perbaikan, peningkatan, loncatan  dan tentunya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengasuhan. Menyusun kegiatan yang tadinya tidak ada menjadi ada, Kegiatan negatif (kurang bermanfaat) menjadi positif, melestarikan kegiatan yang sudah ada menjadi lebih baik.

Seusai pemaparan pimpinan, dilanjutkan sidang komisi. Sepuluh biro dibagi ke dalam tiga komisi. Komisi A bertempat di ruang makan, sementara komisi B dan C berada di Aula pesantren.

Acara demi acara akhirnya terselenggara dengan lancar, sampai kepada sidang pleno yang berakhir petang hari dengan merekomendasikan musyawarah kerja (Ahad, 28 Juli 2013) dan penyegaran pengurus pesantren. [Mr. Song]

Pendaftaran Santri Baru