Suasana haru bercampur tegang menyelimuti Aula Tahfidz Pesantren Darunnajah 2 Cipining ketika sebanyak 254 santri Kelas 5 Tarbiyatul Mu’allimin Wal Mu’allimat Al-Islamiyah (TMI) duduk berbaris rapi pada Kamis, 2 Juli 2026. Hari itu menjadi momen penentu bagi perjalanan akademis mereka melalui gelaran Yudisium Kelas 5 TMI yang diselenggarakan secara resmi oleh Departemen Pendidikan. Seluruh peserta membaca dengan saksama setiap lembar Surat Keputusan Kenaikan Kelas yang didapatkan, menandai akhir dari masa evaluasi belajar yang telah mereka tempuh selama satu tahun ajaran penuh.

Pelaksanaan yudisium tahun ini terasa berbeda dan jauh lebih bermakna dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Tidak sekadar mengumumkan angka kelulusan dan kenaikan kelas, acara ini mengintegrasikan sesi nasihat serta pembinaan karakter secara langsung dari jajaran pimpinan dan dewan guru. Pendekatan naratif dalam penyampaian hasil evaluasi ini sengaja dirancang agar para santri tidak hanya melihat pencapaian akademis, tetapi juga memahami area pengembangan diri yang harus ditingkatkan, baik dalam aspek intelektual maupun akhlak.
Di balik kekhidmatan acara tersebut, panitia penyelenggara dari Kegiatan Yudisium ini sendiri menghadapi tantangan yang tidak mudah selama proses persiapan. Tim evaluasi harus memastikan seluruh data nilai dan rekapitulasi kedisiplinan 254 santri tersaji dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Selain kelengkapan data, menjaga atmosfer acara agar tetap tertib di dalam Aula Tahfidz juga menjadi prioritas utama. Kerja keras tersebut membuahkan hasil manis karena seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan hingga doa bersama, berjalan lancar tanpa hambatan.

Direktur TMI, Ust. Imam Ghozali, menegaskan pentingnya momen penataan niat ini bagi para santri yang akan segera melangkah ke jenjang kelas akhir. “Yudisium bukan sekadar lembaran kertas keputusan naik kelas, melainkan cermin dari kesungguhan proses belajar dan beribadah santri selama ini,” ungkap Ust. Imam Ghozali, M.Pd. dalam pesan pembinaannya. Senada dengan hal tersebut, Wakil Pengasuh Pesantren Darunnajah, Ust. Ridha Makky, M.Pd. berpesan agar para santri memanfaatkan hasil evaluasi ini sebagai pelecut semangat untuk menghadapi jenjang TMI tingkat akhir yang penuh tanggung jawab.
Kehadiran jajaran pimpinan seperti Pengawas Pesantren, Penjamin Mutu Pendidikan, Kepala Sekolah MA, SMK, Ulya, hingga para wali kelas 5 TMI semakin menambah bobot kekhidmatan acara. Para santri menyimak setiap nasihat dengan antusiasme tinggi dan penuh rasa hormat. Setelah penetapan hasil evaluasi ini selesai, Departemen Pendidikan Pesantren Darunnajah telah menyiapkan program pembinaan lanjutan guna mendampingi para santri agar siap secara mental, akademis, dan spiritual dalam menghadapi tantangan pendidikan di kelas 6 mendatang.
