Suasana Auditorium Kampus 1 Pesantren Darunnajah 2 Cipining pada Sabtu, 8/11/2025 malam itu terasa berbeda. Tawa, tepuk tangan, dan sorak semangat memenuhi ruangan dalam Pagelaran Seni D’TAF (Darunnajah Teacher Art Festival) 2025, sebuah ajang tahunan yang mempertemukan kreativitas, kebersamaan, dan bakat seni para pendidik di pesantren.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai bentuk apresiasi dan wadah ekspresi bagi para ustadzah dan mahasiswi. Seluruh penampilan — mulai dari tari, puisi, drama, sing a song, sari tilawah, kalam ilahi, hingga dance — menjadi bukti bahwa di balik kesibukan mengajar dan mengabdi, para pendidik juga memiliki jiwa seni yang kuat dan penuh inspIrasi.
Acara dibuka dengan sambutan dari istri Wakil Pengasuh Pesantren, Ustadzah Halimah, S.Pd.I., yang menekankan pentingnya keseimbangan antara peran seorang guru sebagai pendidik dan sebagai pribadi yang juga membutuhkan ruang untuk mengekspresikan diri. Beliau menyampaikan bahwa D’TAF adalah hiburan, juga sarana memperkuat solidaritas, kreativitas, dan nilai-nilai keislaman di lingkungan pesantren.
Setiap penampilan di panggung menyampaikan pesan moral yang mendalam. Nilai keislaman yang dikemas dengan seni menjadikan D’TAF 2025 lebih dari sekadar festival—ia menjadi cermin karakter pendidik yang bijak, berjiwa seni, dan berakhlakul karimah.

Namun, perjalanan menuju acara ini tidak tanpa tantangan. Di tengah padatnya jadwal mengajar dan tanggung jawab di pesantren, para ustadzah harus mampu membagi waktu untuk berlatih. Meski begitu, semangat kebersamaan membuat setiap proses menjadi pengalaman berharga yang mempererat ukhuwah di antara mereka.
