Dosa Yang Paling Besar Di Sisi Allah
Menu

Dosa Yang Paling Besar Di Sisi Allah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

By: Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ud

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: “أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ” قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: “أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ” قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: “أَنْ تُزَانِيَ حَلِيْلَةَ جَارِكَ”.” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Ibnu Mas‘ud Radiyallahu anhu ia berkata: Saya pernah bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam : “Dosa apa yang paling besar?” Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika kamu menjadikan sekutu bagi Allah Subhanahu wa-ta’ala padahal Dia yang menciptakanmu.” “Kemudian apa?” Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu.” “Kemudian apa?” Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika kamu berzina dengan isteri tetanggamu.”
(Muttafaqun ‘alaih)

Dari hadits ini, ada 3 jenis dosa besar:
1. Kemusyrikan, sebagai mana Yang Allah tegaskan dalam Al-Qur’an, Surat Al-Ahqaf ayat 4, berbunyi.
(قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ)
Artinya:
Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Quran) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar”

2. Membuhun anak sendiri dengan alasan kemiskinan, di dalam Al-Qur’an Allah juga menegaskan tentang keharaman perbuatan tersebut dan bahwasanya masalah rizki merupakan hak personal Allah. Semua mahlukNya akan mendapatkan rizki darinyaNya, karena Dialah sang maha pemberi rizki. Sebagaimana yang disebutkan dalam kitabnya, surat Al-Isra ayat 31 Dan Al-An’am ayat 153.
(وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا)

Artinya:
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.

3. Berzina dengan tetangga
Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an, surat Al-Isra ayat 32 yang merupakan lanjutan dari lalarang membunuh anak karena alasan kemiskinan, ayat tersebut berbunyi:
(وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا)
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Dalam Surat an-Nur ayat 3 Allah menjelaskan bahwa kedudukan seorang penzina sama dengan seorang musyrik. Mama, dia tidal boleh dinikahi kecuali oleh penzina atau seorang musyrik.

Dari penjelasan di atas bisa kita ambil kesimpulan secara umum bahwa ketiga dosa besar tersebut pangkalnya adalah kemusrikan. Semoga kita bisa terhindar dari dosa-dosa tersebut, amiin.

*Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah Darunnajah 9 Pamulang*

Pondok Pesantren Putri Pertama di Tangerang Selatan.

Jl. Apel 2, no 1, atas Pamulang Estate, Pamulang Timur, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

WA: 081285178815, 087825502141
Web: www.darunnajah.com
FB: darunnajah9pamulang
Email: alhasanahponpes@yahoo.co.id
Tw: @darunnajah9
Yt : Pesantren Putri Darunnajah 9

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Idul Adha Di Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14

Pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 H, Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 melaksanakan kurban dengan menyembelih sebanyak 2 ekor sapi dan 28 ekor

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Adanya Pandemi Covid-19 mengharuskan para anak-anak harus mengikuti pembelajaran jarak jauh, dengan begitu dukungan orang tua atau wali murid menjadi sangat penting bagi keberlanjutan pendidik