Direktur TMI Pesantren Darunnajah Cipining, Ustadz Musthofa Kamal, S.Pd.I., M.Ag membuka secara resmi kegiatan ujian tulis semester ganjil (I). Hal ini dilakukan di depan seluruh panitia dan peserta ujian saat upacara pembukaan berlangsung di lapangan utama pesantren, Sabtu (3/12).

Pada kesempatan itu, kepada seluruh peserta ujian, beliau mengajak untuk memperbaiki niat. Beliau mengingatkan bahwa tujuan para santri ke pesantren adalah menuntut ilmu serta menggapai ridho Allah SWT. Maka, segala hal harusnya diniatkan dengan benar, termasuk ujian ini. “Kalau sekedar untuk mencari nilai dan ijazah, maka niat belajar di pesantren ini salah, karna semua itu dapat dengan mudah di dapat pada lembaga lain. Mari, perbaiki niat, sehingga Allah akan memberi jalan untuk kesuksesan kita semua” ujar beliau.

Sebagai bentuk ikhtiar, beliau menyatakan kuncinya adalah ‘melakukan’ sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an. Apa yang harus dilakukan? Jawabnya adalah sebagai santri maka yang dilakukan adalah belajar. Belajar berarti mempersiapkan materi ujian semaksimal mungkin. Menguasai setiap materi yang akan diujikan. Bentuk ikhtiar selanjutnya adalah mengikuti agenda dan jadwal ujian secara komplit.

Hal terakhir yang menjadi point prakatanya adalah soal adab sukses dalam ujian. Adabnya, peserta ujian dalam memasuki ruangan ujian hendaknya mendahulukan kaki kanan seraya membaca doa, lalu duduk pada tempat yang telah ditentukan. Sesudah mendapatkan kertas jawaban, tugas santri yakni mengisi identitas pribadi secara lengkap.

Begitu pula saat mendapatkan kertas soal, hendaknya peserta ujian mengecek terlebih dahulu soal tersebut agar tidak salah soal. Dalam menjawab soal juga diperlukan trik, dari seluruh soal mudah ke susah. Kemudian menggunakan waktu dengan maksimal dengan tidak keluar ruangan sebelum waktunya.

Direktur TMI menambahkan agar tidak terjadi dalam dunia pesantren soal santri menyontek, karena itu tidak dibenarkan dalam pendidikan maupun agama. Secara keseluruhan, beliau menegaskan agar selama ujian berlangsung, semua santri tetap menjaga disiplin dan peraturan sekolah dan pesantren. Setiap pelanggaran, baik secara langsung maupun tidak akan mempengaruhi mental santri dalam mengikuti ujian. “Semoga kita semua diberikan kemudahan oleh Allah sehingga termasuk dalam golongan orang-orang yang sukses” tambah Ustadz Musthofa dan diamini oleh seluruh santri.

Sementara itu, ketua panitia ujian, Ustadz Muhammad Nurrohman, berkesempatan membacakan tata tertib peserta dan pelaksanaan ujian. Ia juga memohon kepada semua pihak guna mendukung kesuksesan ujian semester ini. “Hari ini, setelah upacara pembukaan, ada 1 materi ujian untuk semua kelas. Besok baru kita mulai jadwal secara normal” imbuhnya. (Wardan/Billah)