DIREKTUR PSDKU DAN KAPRODI MPI UIVERSITAS DARUNNAJAH KAMPUS BOGOR HADIR DI ACARA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DI UIKA BOGOR

Pada Sabtu, 20 Juli 2024, Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor menjadi tuan rumah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan berbagai pesantren dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Acara ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis lembaga pesantren dalam pendidikan Islam dan mengeksplorasi sinergi antara pesantren dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan pesantren.

Siapa Saja yang Hadir dalam Acara Ini?

Universitas Darunnajah Kampus Bogor, yang juga mewakili Pesantren Darunnajah 2 Cipining, diwakili oleh Dr. Arizqi Ihsan Partama, M.Pd. selaku Direktur Universitas Darunnajah Kampus Bogor, Anjaludin, M.Ag. selaku Kepala Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, serta Musthofa Kamal, M.Ag. sebagai Kepala Penjamin Mutu. Selain mereka, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah pesantren besar seperti Pesantren Darul Muttaqin, Daar El Qolam, Latansa, Darel Azhar, Darul Ulum Lido, Darussyifa Alfitroh Sukabumi, Pesantren Cinta Qur’an, Rafah Bogor, dan banyak lagi pesantren lainnya.

Bagaimana Sambutan dari Rektor UIKA?

Acara FGD dibuka oleh Rektor UIKA, yang memberikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada para peserta. Dalam sambutannya, Rektor UIKA menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran perwakilan dari berbagai pesantren, dan menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga pendidikan Islam. Ia menyoroti bahwa melalui kegiatan FGD ini, diharapkan tercipta sinergi untuk memperkokoh pendidikan pesantren dalam mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berakhlak mulia.

Apa Materi yang Disampaikan oleh Direktur Pascasarjana UIKA?

Direktur Pascasarjana UIKA, KH. Didin Hafidhuddin, M.S., menyampaikan materi bertema ‘Fungsi Lembaga Pesantren.’ Beliau menekankan bahwa pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter yang holistik. Menurut KH. Didin, pesantren bertanggung jawab dalam membekali santri dengan ilmu agama yang mendalam serta keterampilan praktis yang relevan di era modern. Dengan cara ini, pesantren diharapkan mampu menghasilkan generasi yang berintegritas tinggi serta siap berkontribusi di masyarakat.

Apa yang Disampaikan oleh Dr. KH. Adian Husaini, M.Si., Ph.D.?

Dr. KH. Adian Husaini, M.Si., Ph.D., juga memberikan materi tentang ‘Permasalahan Pesantren dan Peran Pesantren yang Memiliki Universitas.’ Dalam pemaparannya, ia membahas tantangan yang dihadapi pesantren, terutama pesantren yang memiliki universitas. Dr. Adian menekankan pentingnya keseimbangan antara kurikulum khas pesantren dan pendidikan modern, serta peran penting pesantren yang memiliki universitas dalam memberikan pendidikan berkualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional tanpa kehilangan nilai-nilai Islamnya.

Topik Apa Saja yang Dibahas dalam Diskusi?

Diskusi dalam FGD mencakup berbagai topik penting, di antaranya peran strategis lembaga pesantren dalam pendidikan nasional serta dukungan pemerintah terhadap lembaga pendidikan pesantren. Beberapa peserta mengungkapkan keprihatinan tentang keberpihakan pemerintah yang dinilai masih kurang memadai. Peserta berharap pemerintah lebih aktif dalam mendukung dan mengakui kontribusi pesantren sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional.

Apa Harapan dari Para Peserta?

Para peserta berharap agar FGD ini dapat ditindaklanjuti dengan tindakan nyata yang dapat memperkuat peran pesantren. Mereka mengusulkan adanya program kolaboratif antara pesantren dan pemerintah yang dapat mengoptimalkan fungsi pesantren di tengah masyarakat. Peserta juga mengharapkan agar diskusi ini berlanjut melalui program-program kerja sama nyata yang akan memperkuat posisi pesantren dalam pembangunan karakter bangsa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antar-pesantren untuk memperkokoh peran pesantren dalam membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.