memang nama panglima ini tidak setenar Muhammad Al-fatih ataupun Shalahudin Al-ayyubi, namun Thariq bin Ziyad setara dengan kedua panglima perang islam tersebut. dengan pasukan sekitar 7000 orang melawan musuh yang jumlahnya sekitar 100.000 orang. namun begitulah, biidznillah dengan izin Allah segelintir orang mampu mengalahkan orang yang banyak. dengan pesan yang disampiakan oleh Thariq bin ziyad pada pasukannya “laut ada dibelakangmu, sedangkan musuh ada di depanmu.” dengan keoptimisan yang tinggi thariq bin ziyad membakar habis, semua kapal agar pasukannya tidak pernah berfikir untuk kembali pulang, karena jika ada kemungkinan untuk menang kenapa harus memilih mundur ? kalau mundur sudah jelas kalah, namun jika maju dan berperang walaupun memang tidak pasti menang, namun setidaknya kita sudah mencoba dengan sekuat tenaga, tidak seperti pecundang yang takluk sebelum berperang. begitupun mental yang ditanamkan kepada santriwan /santriwati Nurul Ilmi, untuk tidak pernah ragu dalam melakukan hal-hal baik, dan mempunyai mentalitas, maju terus pantang mundur.

Thariq Bin Ziyad

Thariq Bin Ziyad