Menu

Darunnajah Wis Diruh!!!, Po Wis Diroso?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Wardan [24/08/13]. Halal bi halal Darunnajah Group selalu berpindah tempat, ke tempat lainnya. Tahun sebelumnya, 1433 H. diadakan di Darunnajah 1 Jakarta. Sekarang giliran Darunnajah 8 An Nur, Cidokom, Gunung Sindur, Bogor ketempatan menjadi tuan rumah.
Tepat pukul 09.56 WIB acara dimulai dengan bersama membaca ummul qur’an, surah al-Fatihah.
Pada kesempatan berbahagia tersebut, Pimpinan Pesantren Darunnajah 8, Kiyai Hadiyanto Arief, SH., MBS. selaku tuan rumah memberikan sambutan, setelah didahului sambutan sebelumnya, Ketua Yayasan Bidang Pesantren (Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si) dan Ketua Umum Yayasan (KH. Saefuddin Arief, SH., MH).
Mengawali sambutannya, beliau ilustrasikan, dengan latar kota Bashroh, Irak, tentang kisah seorang anak diberikan amanah oleh orangtuanya untuk menimba ilmu kepada seorang ‘alim yang posisinya berjarak ratusan kilo meter.
Sang anak begitu gigih, taat menjalani perintah orangtua, tanpa membantah dan bertanya, untuk apa perintah tersebut.
Setelah sekian tahun lamanya, akhirnya tuntas sudah anak tersebut belajar pada seorang ‘alim, sebab tutur gurunya, “kini kau boleh pulang, sebab ilmu yang kuketahui telah kuajarkan semua kepadamu.”
Dengan serta-merta, pulanglah anak tersebut kembali ke rumah. Dipeluklah orangtuanya melepas kerinduan.
Kata ayahnya, “Apa yang kamu dapat?”. Jawab si anak, “Seluruh ilmu agama dan ilmu yang guru ketahui sudah saya pelajari.” Maka Ayahnya berkata, “Kalau begitu, kembalilah kepadanya dan minta ajarilah kepada gurumu, ilmu yang ia tidak ketahui.”
Tanpa ragu, anak tersebut kembali mengunjungi gurunya, yang jaraknya bermil-mil dari tempat tinggalnya.
Sesampainya di kediaman sang guru, berkatalah dia, “Wahai guruku, orangtuaku perintahkan kembali untuk meminta guru ajarkan sesuatu/ilmu yang tidak guru ketahui sedikitpun.”
Berkatalah guru tersebut, “Kalau demikian, pergilah kamu ke Jabal Umar, dan bawalah kambing sebanyak 300 ekor ini, JANGAN KEMBALI sampai jumlahnya mencapai 1.000 ekor.”
Itulah sepenggal kisah ilustratif yang disampaikan, sebagai tahaddus bi ni’mah, rasa kesyukuran mendalam, karena telah diberikan amanah/ilmu, yang sebelumnya belum pernah ia rasakan sama sekali.
Bagaimana Allah gambarkan Ibrahim AS. Tatkala mencari Tuhannya, Ia seorang diri, melihat Bintang, Bulan dan Matahari. Namun tatkala itu semua terbenam, tenggelam ditelan keadaan, maka ia tidak serta merta putus asa, malah ia tingkatkan seluruh potensi dirinya dan akhirnya datanglah wahyu dan pertolongan Allah.
Ia alami, tatkala mengemong hanya tiga orang santri mukim, harus berjuang mempertahankannya dan bahkan harus membiakkan atau mengembangkannya. Sekurang-kuranganya dari tiga menjadi tiga puluh, dari tiga puluh menjadi tiga ratus dan dari tiga ratus menjadi dua ratus sepuluh ribu.
Di sisi lain, beliau sampaikan, selain dari segi kuantitas, maka dari segi kualitas pun harus ditingkatkan. Memperbanyak generasi “Wahid ka Alfin”, “Satu orang bernilai beribu-ribu orang”.
Kalau tidak bisa mencapai dua ratus sepuluh ribu orang, tentunya harus bisa mencetak generasi atau kader (ummat) memimpin lebih dari itu.
Wujudnya satu, tetapi orang bisa merasakannya. Wujudnya satu, orang lain bisa menuai buahnya. Wujudnya satu, orang lain mendapatkan asbab petunjuk. Wujudnya satu, jiwanya satu, tetapi mampu menerangi dan memberikan cahaya kepada ummat.
Darunnajah WIS DIRUH, SUDAH DILIHAT, KEBESARANNYA, KEHEBATANNYA, KIPRAHNYA, tetapi harus diingat WIS DIROSO?, SUDAHKAH DIRASA MANFAATNYA?, Sampaikah titah Allah kepada ummat yang dibebankan dipundaknya? Sudahkah Darunnajah (sebagai lembaga pendidikan dan dakwah) menjadi Rahmatan lil ‘Alamin?
Pertanyaan, pernyataan inilah yang harus tetap menghujam, menggelayuti diri, jiwa sanubari setiap orang yang menjadi bagian dari Darunnajah.
Sebagai penutup, Pak Kiyai sambungkan lidah dari Dr, KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA. Jika pesantrenmu maju, berkembang itu tandanya Wakifnya Ikhlas, pengelolanya ikhlas dan pembantu-pembantu pesantren ikhlas. [Mr. Song]

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Study From Home

Cidokom Pos – Alhamdulillah, ditengah-tengah maraknya penyebaran virus corona (Covid-19), mari kita selalu menjaga kesehatan diri kita semuanya. Karena persoalannya saat ini bukan hanya Social