Darunnajah Terima Kunjungan Sekretaris Jenderal Koalisi Pramuka Dunia untuk Palestina

Darunnajah Terima Kunjungan Sekretaris Jenderal Koalisi Pramuka Dunia untuk Palestina

Darunnajah Terima Kunjungan Sekjen Koalisi Pramuka Dunia untuk Palestina
Darunnajah Terima Kunjungan Sekjen Koalisi Pramuka Dunia untuk Palestina

Pada Kamis, 22 Januari 2026, Pondok Pesantren Darunnajah menerima kunjungan kehormatan dari Mr. H.E. Ammar Dherra, anggota Parlemen Aljazair sekaligus Sekretaris Jenderal Koalisi Pramuka Dunia untuk Palestina. Kunjungan ini berlangsung di Baitun Nadwah dan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan internasional, khususnya antara Indonesia dan Aljazair, serta memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan dan kepanduan.

Pertemuan ini membahas secara khusus pengembangan potensi kerja sama pendidikan Indonesia–Aljazair, sekaligus menindaklanjuti hubungan yang telah terjalin antara Pondok Pesantren Darunnajah dan Koalisi Pramuka Dunia untuk Palestina.

Kunjungan ini merupakan silaturahmi balasan, mengingat sebelumnya Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., didampingi Ustadz H. Imam Khairul Annas, M.A., telah mewakili delegasi Indonesia dalam pertemuan internasional bertajuk “The Global Scout Coalition for Quds and Palestine” yang diselenggarakan di Istanbul, Turki.

Pertemuan yang berlangsung pada 20–23 Februari 2025 tersebut dihadiri oleh perwakilan gerakan pramuka dari 11 negara, yang memiliki komitmen bersama dalam mendukung perjuangan Palestina melalui jalur pendidikan, kepanduan, dan solidaritas internasional. Keikutsertaan Darunnajah dalam forum global tersebut menjadi landasan kuat bagi terjalinnya hubungan berkelanjutan yang kemudian ditindaklanjuti melalui kunjungan silaturahmi ke Darunnajah ini.

Acara di Baitun Nadwah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh Darunnajah, di antaranya K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., Dr. Much Hasan Darojat, K.H. Busthomi Ibrahim, M.Ag., Ph.D., serta Ust. Imam Khairul Annas, Lc., M.A.

Dalam diskusi, Mr. H.E. Ammar Dherra menekankan pentingnya penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair, khususnya dalam sektor pendidikan Islam, pengembangan kepanduan, dan pertukaran gagasan kepemudaan. Beliau juga mengajak Pondok Pesantren Darunnajah untuk terus berperan aktif dalam mendukung perjuangan Palestina melalui solidaritas internasional, serta mengembangkan kegiatan kepanduan sebagai sarana pembinaan karakter dan perdamaian dunia.

Pada kesempatan tersebut, Mr. H.E. Ammar Dherra juga menyampaikan sejumlah catatan historis dan peradaban Aljazair yang memperkaya wawasan peserta. Di antaranya, Presiden Soekarno pernah mengundang pejuang kemerdekaan Aljazair untuk hadir dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung, meskipun saat itu Aljazair belum merdeka. Beliau juga menjelaskan bahwa kurma Deglet Nour yang terkenal dari Tunisia pada hakikatnya banyak berasal dari wilayah Aljazair, serta besi yang digunakan dalam pembangunan Menara Eiffel Paris juga berasal dari negara tersebut.

Selain itu, Aljazair memiliki Masjid Djemaa el Djazäir, masjid terbesar ketiga di dunia dengan luas sekitar 27 hektare setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dengan menara setinggi 265 meter yang menjadi bangunan tertinggi di Afrika. Di bidang pendidikan, Aljazair memiliki lembaga The National Higher School of Islamic Sciences (المدرسة الوطنية العليا للعلوم الإسلامية) yang berdiri pada tahun 2019 dan berada dalam satu kompleks dengan Masjid Djemaa el Djazäir. Aljazair juga melahirkan tokoh-tokoh besar dunia Islam, seperti Thariq bin Ziyad, Khairuddin Barbarosa, Emir Abdelkadir, dan Abdelhamid bin Badis.

Selain itu, disampaikan pula bahwa pada 6–10 Juni 2014, delegasi Indonesia yang terdiri dari Drs. H. Aunur Rofiq, M.M., K.H. Saifuddin Arief, M.H., dan Usth. Lilis Purwati, M.Pd. pernah menghadiri Pertemuan Liga Universitas Islam se-Dunia di Universitas Emir Abdelkader, Konstantin, Aljazair, sebagai bagian dari jejaring akademik internasional.

Pendaftaran Santri Baru