Darunnajah Terima Bantuan dari Kemenperin Darunnajah Terima Bantuan dari Kemenperin

Darunnajah Terima Bantuan dari Kemenperin

Pondok Pesantren Darunajah mendapatkan bantuan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupa bimbingan teknis dan fasilitasi mesin konblok atau alat cetak paving blok. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan secara simbolis di Aula 4 Windu Pondok Pesantren Darunnajah, Senin (25/11).

Bantuan berupa alat paving blok diserahkan oleh Direktur Jendral Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Ibu Gati Wibawaningsih kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, KH. Sofwan Manaf, M.Si. Darunnajah merupakan pesantren pertama yang mendapatkan bantuan alat cetak paving blok dari total 45 pesantren yang mendapatkan bantuan dari Kemenperin dari tahun 2013-2019.

Bantuan ini merupakan salah satu program Kemenperin yaitu santripreneurship, usaha untuk mencetak wirausahawan baru khususnya dari kalangan pesantren. “Total ada sekitar 30 ribu pesantren di Indonesia, dengan jumlah santri mencapai 4,3 juta. Santri juga memiliki modal untuk menjadi wirausahawan, seperti kejujuran, kemandirian serta keikhlasan yang telah ditanamkan pesantren,” terang Ibu Gati Wibawaningsih.

Sejak 2013, Kemenperin telah memberikan bantuan kepada kurang lebih 45 pesantren di seluruh Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa alat dan pelatihan olahan pangan, bengkel, kerajinan kain perca, daur ulang sampah, busana muslim dan seragam, pupuk cair organik, kosmetik, dan industri rumahan lainnya. Kemenperin menargetkan peningkatan jumlah pesantren penerima sebesar 50% pada tahun 2020.

Bantuan ini akan digunakan oleh Pondok Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi. Selain memberikan alat, Direktorat Jendral Industri Menengah dan Aneka (Ditjenikma) turut memberikan pelatihan serta membantu dalam pemasaran hasil produksi. Dengan program E-Smart IKM peserta pelatihan dapat memasarkan hasil usaha mereka secara online.

Diharapkan dengan adanya bantuan ini santri dapat menjadi orang yang mandiri dan berjiwa wirausahawan. Mengingat jumlah santri yang tersebar di seluruh Indonesia sangatlah besar, hal ini tentu sangat potensial untuk dididik menjadi pengusaha.