Olah raga dapat berkembang dengan baik di pondok pesantren. Begitulah yang tengah terjadi 2 tahun terakhir ini di pondok pesantren Darunnajah Cipining yang menyelenggarakan berbagai macam cabang olah raga dari futsal, badminton, takraw, dll dengan melibatkan pesantren-pesantren di wilayah Jabodetabek. Selain itu, guna menjalin silaturahmi dengan berbagai lembaga pendidikan non pesantren, Darunnajah Cipining turut pula mengundang lembaga pendidikan SLTA/SMK atau yang setara.

Kegiatan yang kini menjadi agenda rutin tahunan di pesantren ini bernama Darunnajah Sport Tournament (Dasment). Tahun 2012 ini, acara dimeriahkan pula dengan cabang lomba mini soccer untuk sekolah dasar. Di sisi lain, kegiatan ini juga bernilai sosial karena sebagai daya tarik, panitia juga menggelar pengobatan massal secara cuma-cuma berupa thibbun nabawi dan bazzar buku serta aneka produk.
Acara Dasment berlangsung selama 5 hari, terhitung dari tanggal 4 s.d 8 Februari 2012. Dari perhelatan ini, saudara Sutarno, ketua panitia membacakan para juara dalam acara penutupan yang dilaksanakan pada Rabu (8/2) sore di lapangan futsal di hadapan peserta dan tamu undangan. Berikut adalah daftar para juara dalam Dasment 2012.
Futsal
- SMAN Lw. Liang Bogor
- Pesantren Al-Inayah Bogor
Mini Soccer
- SDN Cipining Bogor
- MI Darunnajah Cipining Bogor
Takrow
- Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta
- Madinatunnajah Tangerang
Bulu tangkis
- Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta
- SMAN Jasinga
Dari perolehan dan berbagai penilaian selama pertandingan, akhirnya panitia menetapkan juara umum adalah pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta.
Sementara itu, dalam kata sambutan penutupan, kepala BP3S (Biro Pramuka dan Pengembangan Prestasi santri), Ustadz Syeful Hadi Scada yang berkenan mewakili pimpinan pesantren mengatakan bahwa kegiatan Dasment merupakan kegiatan yang cukup inovatif. Beliau mengaku bangga dan senang dengan terselenggaranya kegiatan ini. Maka, sebagai bentuk rasa kesyukuran, beliau memberikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dan para peserta/kontingen yang telah berpartisipasi.
“Kegiatan ini salah satu cara membentuk generasi sehat dan berjiwa kuat. Mens sana in corpore sano. Membina sportivitas dan sarat sebagai media silaturahmi antar lembaga” ungkap Ustadz Syaiful. (Wardan/Billah).