Darunnajah Perkuat Pemahaman Guru Baru tentang Tanggung Jawab Pengasuhan Santri Darunnajah Perkuat Pemahaman Guru Baru tentang Tanggung Jawab Pengasuhan Santri

Darunnajah Perkuat Pemahaman Guru Baru tentang Tanggung Jawab Pengasuhan Santri

Dalam rangkaian Pembekalan Guru Baru Tahun Ajaran 2026-2027, Darunnajah menekankan bahwa peran seorang guru di lingkungan pesantren tidak berhenti pada kegiatan mengajar di kelas. Guru Darunnajah dituntut menjalankan tiga peran sekaligus, yaitu ta’lim atau mentransfer ilmu pengetahuan, ta’dib atau menanamkan adab dan akhlak, serta tarbiyah atau membina pertumbuhan santri secara menyeluruh, baik jasmani, akal, maupun ruhani.

Materi ini disampaikan sebagai bagian dari penguatan nilai kepesantrenan bagi guru baru, mengingat santri menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pondok bersama para guru. Dengan kondisi tersebut, guru memegang amanah besar yang dititipkan oleh orang tua, bukan hanya untuk mendidik, melainkan juga membina anak-anak mereka selama berada jauh dari rumah.

Landasan peran ini disandarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya, termasuk seorang guru terhadap santri yang diasuhnya. Karena itu, guru diposisikan sebagai orang tua kedua yang memberikan kehadiran emosional, pengawasan penuh kasih, serta keteladanan dalam keseharian di pondok.

Pengasuhan santri di Darunnajah mencakup lima dimensi utama, yaitu spiritual, akhlak, akademik, sosial-emosional, dan kemandirian. Guru juga dibekali pemahaman bahwa proses pengasuhan tidak lepas dari tantangan, mulai dari santri yang mengalami rindu rumah hingga keterbatasan waktu istirahat guru itu sendiri. Pendekatan yang ditekankan adalah keteladanan, komunikasi yang hangat, konsistensi aturan, dan kedekatan personal dengan setiap santri.

Pengasuhan yang efektif ditegaskan sebagai hasil sinergi antara guru, musyrif atau wali asrama, pimpinan pondok, dan orang tua.

Melalui pembekalan ini, Darunnajah berharap para guru baru dapat menjalankan amanah pengasuhan dengan penuh kesabaran dan ketulusan, karena hasil dari mendidik dan mengasuh santri akan tumbuh menjadi akhlak dan kemandirian mereka di masa depan.