Darunnajah Ngabuburit Bareng Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Darunnajah Ngabuburit Bareng Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

2013-07-25 16.11.09Ada yang berbeda di Ramadhan tahun 2013, bukan saja pesantren berhasil melaksanakan kegiatan-kegiatan rutinitas setiap di bulan ramadhan, tetapi pada hari ini Kamis 25 Juli 2013, 50 tamu undangan yang terdiri dari guru putri dan guru keluarga juga istri-istri guru ngabuburit dengan melakukan demo masak di bawah bimbingan beberapa staff Kementrian Kelautan dan Perikanan yang sengaja datang ke Pesantren Darunnajah Cipining dalam kegiatan Pelatihan Safari Peningkatan Konsumsi Ikan dalam Rangka Akselerasi Peningkatan Konsumsi Ikan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan.

Tentu saja acara tersebut mendapat sambutan hangat dari warga Pesantren, karena bisa jadi ini adalah yang pertama kalinya kegiatan semacam ini ada. Maka Ruang Rapat Guru menjadi tempat pembukaan acara tersebut, dan halaman rumah Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc menjadi tempat demo membuat jenis-jenis olahan dari ikan dilakukan.

Sebagaimana dijelaskan dalam pembukaan, Bapak Basirun, selaku koordinator tim dari BPP2HP Kementrian Kelautan dan Perikanan, bahwa guru-guru akan diajarkan bagaimana cara membuat olahan-olahan dari ikan seperti Ekado, Nugget Ikan dan Kaki Naga. Tidak perlu menunggu lama dari pembukaan, 50 peserta tersebut langsung diajak ke Mobil ATI yang mereka bawa sebagai tempat penyimpanan alat-alat masak dan bahan-bahan segar yang sudah disiapkan.

Saat itupun dapur sudah digelar oleh staff yang lain dan peserta langsung ditawari menggunakan celemek juga sarung tangan karet bagi yang ingin turut serta dalam praktek membuat ke 3 menu tersebut. Selain pak Basirun dan staff lainnya menjelaskan tahap demi tahap pembutan ke 3 olahan tersebut dengan detail, pesertapun diberi alat bantu berupa petunjuk pembuatan yang diputar di LCD TV berukuran 29 inc yang terpasang pada bagian dalam mobil ATI.

Acara yang berdurasi 4 jam tersebut akhirnya menampakkan hasil, Ekado, Nugget Ikan dan Kaki Naga siap santap dalam tempo 2 jam di tangan peserta yang notabene sudah terbiasa di dapur sehari-harinya. Sebelum pukul 17:00 WIB acara sudah ditutup dan peserta diberikan tester ke 3 olahan ikan yang dihasilkan untuk dicicipi di rumah masing-masing saat berbuka puasa. Ekspresi suka citapun ditunjukkan oleh para peserta karena pada hari tersebut bertambah wawasan, ilmu dan pengetahuan peserta dalam aneka rupa mengolah ikan yang tentu saja berguna bagi keluarga masing-masing. (WARDAN/Elana TodoMore) 

Pendaftaran Santri Baru