JAKARTA/dn.com – Pondok Pesantren sebagai lembaga kaderisasi dan lembaga perjuangan yang sejak zaman penjajahan Belanda hingga di zaman revolusi kemerdekaan Indonesia sekarang ini, telah kembali berjuang dengan mandri dengan fungsi sejatinya sebagai lembaga pengkaderan ulama yg akan menjadi pemimpin dan menjadi benteng pertahanan ummat Islam baik secara akidah maupun syariah.
Dalam beberapa tahun belakangan ini, nama Pondok Pesantren memang absen dalam beberapa even perjuangn Islam, khususnya atas nama Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKsPPI). ini juga dampak dari pasang surutnya sebuah organisasi. Untuk membangun kembali kepercayaan itu, diawal tahun 1430 penanggalan Hijriyah ini, BKsPPI mencoba membangun kembali organisasi ini dengan diawali oleh ijtima' Nasional Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia.
Mengambil tema "Dengan ijtima' Nasional BKsPPI kembali bersemangat merajut ukhuwah dan aktif memperjuangkan kepentingan Pondok Pesantren dan Umat", kegiatan organisasi ini mulai aktif menyelenggarakan beberapa bentuk kegiatan antara lain dialog umum, muhadhoroh-muhadhoroh dari tokoh2 Nasional dan pelantikan kepengurusan badan pelaksana BKsPPI. Diluar dari kegiatan formal diatas, para peserta silatnas pimpinan ponpes nasional ini juga dijadikan sebagai silatul ukhuwah antar peserta.
Mengambil lokasi pertemuan di padepokan pencak silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jaktim, sebanyak 400 pimp ponpes mengikuti ijtima tsb hari Rabu-Kamis, 11-12 Feb 2009 / 15-16 Safar 1430 H. Selama 2 hari tersebut mereka merumuskan dan melaksanakan ijtima' serta memperbaharui kepengurusan lama.
Dalam kegiatan tersebut, Darunnajah sebagai pondok pesantren turut berperan serta dalam kegiatan tersebut. Pimpinan Pesantren, Drs.KH. Mahrus Amin merupakan kandidat ketua umum BKsPPI. Hadir pula perwakilan dari beberpa guru Ponpes Darunnajah pusat, Ponpes Darunnajah 2 Cipining Bogor, Ponpes Darul Muttaqien Parung Bogor sebagai filial Darunnajah, dan bbrp Pes mitra lainnya.