Senin, 14 Juli 2025, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta menyelenggarakan seminar mengenai pengelolaan sampah dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan. Bertempat di Aula Al Ghazali, acara ini dihadiri oleh 250 guru TMI Darunnajah dan menghadirkan tim ahli dari Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang strategi pengelolaan dan pengolahan sampah yang dapat bertransformasi menjadi sumber pendapatan bagi pesantren.
Materi yang dipaparkan oleh para pakar dari PSP3 IPB, di antaranya Prof. Dr. rer. nat. Jaenal Effendi, S.Ag., M.A., dan Dr. Ir. Maya Dewi Dyah Maharani, M.Apl., mengusung konsep 5R, yaitu Reduce (mengurangi produksi sampah), Reuse (menggunakan kembali barang bekas), Recycle (mendaur ulang), Recover (menghasilkan energi dari sampah), dan Revenue (menghasilkan pendapatan dari sampah). Dalam hal ini, sampah bukan lagi dilihat sebagai beban, melainkan sebagai potensi untuk menciptakan nilai tambah bagi pesantren, baik dari segi ekonomi maupun pendidikan.
Penerapan strategi ini dimulai dengan pemilahan sampah di sumbernya, yaitu setiap asrama di Pesantren Darunnajah yang dilengkapi dengan tempat sampah terpisah. Selain itu, para peserta juga diberikan edukasi tentang pentingnya pemilahan sampah yang tepat. Dr. Uci Sulandari, S.Si., M.Si., dalam presentasinya menekankan pentingnya pengolahan sampah organik seperti kompos dan biogas, serta pengelolaan sampah anorganik yang dapat diubah menjadi produk kerajinan atau bahan baku daur ulang.
Dalam sambutannya, Usth. Dr. (cand.) Rizma Ilfi, M.I.Kom., yang juga menjadi narasumber, menekankan bahwa pengelolaan sampah di pesantren ini bukan hanya sekadar urusan teknis, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter santri. Nilai-nilai Islam yang mengajarkan kebersihan sebagai bagian dari iman dan tanggung jawab sosial harus diintegrasikan dalam setiap langkah pengelolaan sampah.
Seminar ini juga memberikan gambaran bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi dapat membuka peluang ekonomi baru bagi pesantren, melalui penjualan kompos, produk daur ulang, dan jasa pengolahan sampah. Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Darunnajah berencana untuk mengembangkan pusat daur ulang dan bekerja sama dengan industri untuk meningkatkan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.
Sebagai penutupan, Prof. Dr. rer. nat. Jaenal Effendi menyampaikan bahwa transformasi pengelolaan sampah di pesantren Darunnajah ini dapat menjadi model bagi pesantren lainnya.
“Dengan pengelolaan yang tepat, pesantren bisa mencapai kemandirian finansial, serta memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pesantren-pesantren lain dapat terinspirasi untuk mengimplementasikan konsep serupa dan menjadi pusat pemberdayaan lingkungan di masa depan.
