Darunnajah Gelar Pelatihan Table Manner untuk Santri Putra, Tanamkan Adab dan Percaya Diri Darunnajah Gelar Pelatihan Table Manner untuk Santri Putra, Tanamkan Adab dan Percaya Diri

Darunnajah Gelar Pelatihan Table Manner untuk Santri Putra, Tanamkan Adab dan Percaya Diri

Pondok Pesantren Darunnajah menyelenggarakan pelatihan table manner bagi santri putra pada Jumat (16/10/2026) di Aula Al Ghozali. Kegiatan ini menghadirkan Ustazah Tuty sebagai narasumber dan diikuti para santri dengan penuh antusias. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pesantren membekali santri dengan keterampilan sosial yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Pada sesi awal, Ustazah Tuty menjelaskan tata cara makan dan minum, sekaligus membedakan adab makan ala Muslim atau budaya Timur dengan gaya Barat. Santri diajak memahami bahwa setiap budaya memiliki aturan yang berbeda, tetapi nilai kesopanan dan rasa hormat kepada sesama tetap menjadi landasan utama saat bersantap.

Materi dilanjutkan dengan penjelasan penggunaan alat makan, mulai dari sendok, garpu, pisau, hingga serbet atau napkin. Para santri juga belajar tentang cara duduk yang benar saat makan serta cara meletakkan peralatan makan, baik ketika sedang bersantap maupun setelah selesai makan.

Selain itu, narasumber membahas adab berbicara di meja makan, etiket jamuan makan, serta cara menghidangkan makanan dan minuman. Pemahaman ini dinilai penting agar santri mampu bersikap tepat ketika menghadiri jamuan resmi maupun saat menjamu tamu di lingkungan pesantren.

Melalui pelatihan ini, santri putra diharapkan memahami tata krama di meja makan, mulai dari penggunaan alat makan hingga sikap yang baik saat bersantap bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan nilai kesopanan, kedisiplinan, dan percaya diri dalam berbagai situasi.

Dalam ajaran Islam, adab makan dan minum mendapat perhatian besar, seperti membaca basmalah, menggunakan tangan kanan, dan tidak berlebihan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan, sehingga santri dapat memadukan akhlak Islami dengan etiket modern secara selaras.

Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya terampil di meja makan, tetapi juga mampu membawa diri dengan baik di tengah masyarakat. Pesantren berharap pembinaan karakter seperti ini terus dilakukan agar lahir santri yang berakhlak mulia dan siap berkiprah di mana pun.

[A.N.A]