Malam Jumat (13/05) bakda Shalat Isya berjama’ah, Seluruh Santri Darunnajah Cipining mengikuti Majelis Dzikir yang dipandu oleh Ust Muhlisin, S.H.I dibantu oleh Ust Asnawi Sihabudin dan Bagian Peribadatan Santri. Majelis Dzikir yang dilaksanakan setiap Jumat Pertama dan Jumat Ketiga ini merupakan upaya untuk melahirkan generasi Santri yang memiliki Peribadi Berdzikir. Menjadi Hamba yang senantiasa ingat Allah swt dimana saja berada. Menjadi Manusia yang memiliki kelembutan hati dan qalbu yang ter-manage.
Dzikir yang dibaca adalah dzikir-dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah saw, yakni Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir. Selain itu Shalawat Nabi saw dan Nama-nama Allah yang Baik (Asma’ul Husna) juga dilantunkan. Masjid Jamik Darunnajah Cipining yang dijadikan tempat menikmati Hidangan Allah ini menjadi tempat yang sangat Indah, karena tidaklah yang diingat kecuali hanya Allah swt semata.
Setelah bacaan Dzikir, maka Ust Mukhlisin selaku pemandu Majelis Dzikir ini mengajak seluruh Jama’ah yang terdiri dari Seluruh santri dan Guru-guru Darunnajah Cipining untuk bermuhasabah. Mengintropeksi Diri, mengingat dan menghitung-hitung kekhilafan dan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan, kemudian memohon ampun kepada Allah Yang Maha Penerima Taubat. Dengan kalimat-kalimat menyentuh, Ust yang dikenal dengan Ustadz MIM ini membuat Seluruh Jama’ah menangis, teringat kesalahan dan Dosa, sementara Ajal tak pernah tahu datangnya. Rasullullah pernah bersabda “Setiap anak adam pasti pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah orang –orang yang bertaubat” (HR.At-tirmidzi dan Ibnu Majah dari Anas).
Ada banyak manfaat yang didapatkan dengan Berdzikir. Berbagai Hadits Shahih juga banyak yang menyebutkan keutamaan-keutamaan berdzikir. Bahkan Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh puluh tiga manfaat, diantaranya adalah Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia, melembutkan hati, menambah kecintaan kepada Allah swt dan Rasul-Nya dan sebagainya.
أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS Ar-Ra’d : 28)
[WARDAN/Kang DR]