Darunnajah Adakan Pengarahan Bagi Guru dan Santri Akhir Jelang Ujian Lisan TMI Darunnajah Adakan Pengarahan Bagi Guru dan Santri Akhir Jelang Ujian Lisan TMI

Darunnajah Adakan Pengarahan Bagi Guru dan Santri Akhir Jelang Ujian Lisan TMI

Pesantren Darunnajah menggelar kegiatan Pengarahan Penguji Ujian Lisan pada Rabu, 3 Juni 2026, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) pesantren. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 ini dihadiri oleh seluruh guru TMI (Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat al-Islamiyah) serta seluruh santri akhir TMI, baik putra maupun putri.

Dalam sambutannya, Kyai Sofwan Manaf menekankan bahwa proses yang baik akan melahirkan hasil yang baik. Menurut beliau, ujian adalah proses bagi santri untuk belajar membagi waktu, menemukan cara belajar yang tepat, dan bersungguh-sungguh. Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi wali kelas untuk mengarahkan santri agar semakin serius dalam menuntut ilmu.

Beliau mengibaratkan kondisi santri saat ini bagaikan besi yang tengah membara. “Bagusnya bentuk besi itu saat sedang panas. Sekarang santri sedang panas-panasnya, maka harus diarahkan agar sungguh-sungguh belajar,” tuturnya. Pesan khusus pun disampaikan kepada santri kelas akhir yang akan segera terjun ke masyarakat.

Darunnajah Adakan Pengarahan Bagi Guru dan Santri Akhir Jelang Ujian Lisan TMI

Kepada santri akhir TMI, Kyai Sofwan Manaf menyampaikan rangkaian pesan terakhir sebelum mereka terjun ke masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa Fathul Kutub (FK), Liga Nihai, hingga Khutbatul Wada’ yang merupakan momen penyampaian nasihat dari pimpinan dan para guru, yang kemudian dilanjutkan dengan yudisium dan haflah sebagai penutup perjalanan mereka di pesantren.

Kyai Sofwan Manaf juga menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Beliau pun berharap pelaksanaan ujian berjalan lancar dan seluruh pihak dapat fokus menjalankan tugasnya masing-masing.

Pada Kesempatan ini, Kyai Hadiyanto Arief juga menyampaikan bahwa kehadiran santri akhir hingga titik penghabisan merupakan keberkahan dan bentuk pelaksanaan sunnah pondok. Beliau menegaskan ujian adalah sunnatullah yang melatih mental, sehingga tidak boleh dijadikan sekadar formalitas.

Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Kyai Sofwan Manaf, Kyai Hadiyanto Arief, Ustadz Robby M. Syarif, dan Ustadz Busthomi Ibrahim. Melalui pengarahan ini, diharapkan seluruh penguji dan santri fokus pada tugas masing-masing demi kelancaran ujian lisan.