Pondok Pesantren Darunnajah adalah pesantren yang didirikan 54 tahun silam oleh 3 tokoh pendiri. Mereka adalah KH. Abdul Manaf Mukhayar, Letkol (purn) Drs. H. Kamaruzzaman dan Drs. KH. Mahrus Amin.

Dalam jenjang waktu tersebut, Darunnajah mengalami perkembangan yang signifikan. Diantaranya terbukti dengan semakin besarnya kepercayaan orang tua untuk mendidik anaknya di pesantren yang kini memiliki 17 cabang di seluruh Indonesia.

Darunnajah Open (DNO)

Darunnajah Open (DNO)

Untuk mewujudkan visi Pondok Pesantren Darunnajah dalam bidang kesehatan dan keolahragaan, Yayasan Darunnajah kembali mengadakan kegiatan perlombaan Darunnajah Open (DNO).

Sebagai ajang pencarian bakat dan kegiatan saling sapa antar pesantren Darunnajah Pusat dan Cabang Se-Indonesia.

Pada tahun ini, Darunnajah Open (DNO) diselenggarakan di Pesantren Darunnajah 8 Cidokom dan Darunnajah 13 Cidokom  Bogor pada tanggal  22 Maret 2019 s/d 24 Maret 2019.

Dengan motto “With Cogesiveness And Good Procceses Result In Real Succes”. Kegiatan 9th Darunnajah Open (DNO) ini dipanitiai oleh santri kelas V Tarbiyatul Mua’llimin/Mua’llimat Al Islamiyah (TMI) Pesantren Darunnajah 8 Cidokom Bogor.

Cabang olahraga yang dilombakan adalah Futsal, Basket, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Takraw, Volly, Rugby, Sepak Bola, Panahan, Senam Santri & Gymnastic Championship.

Khusus untuk Pesantren Darunnajah 2 Cipining, telah mengirimkan utusanya sebanyak 45 orang peserta putra dan 35 Orang peserta putri.

Berikut adalah para pembimbing yang terus mendampingi para peserta mulai dari proses latihan hingga sampai ke medan perlombaan saat ini.

Pembimbing Putra

  1. Ust Aji Amiruddin
  2. Ust M. Rois
  3. Ust Iwan Setiawan

Pembimbing Putri

  1. Usth Khiyarotul Baroroh
  2. Usth Nur Ajizah
  3. Usth Tohiriah
Pimpinan Pesantren

Pimpinan Pesantren

Sebelum para peserta diberangkatkan, ada rutinitas mulia yang harus peserta (utusan lomba) lakukan, yaitu memohon izin serta do’a restu kepada Pimpinan Pesantren.

Dalam nasehatnya, pimpinan pesantren selalu berpesan agar para peserta bisa maksimal dan berusaha serta mengeluarkan segala kemampuannya dalam mengikuti mata lomba.

Dan mengganggap perlombaan tersebut adalah latihan untuk bisa mengikuti perlombaan tingkat internasional. Do’a para guru pesantren juga selalu menyertai para peserta lomba. (WARDAN/Mbafer)