DARUNNAJAH 14 — Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ilmi darunnajah 14 Ustadz Miftahudin S.pd.I mengatakan “…oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” dikutip oleh Santri tv yang di tayangkan di Youtube, Kamis (17/8) kita sebagai manusia jangan mau di jajah sama negara lain, kita punya hak untuk mempertahankan kemerdekaan negara indonesia.

17 Agustus tepat pada hari jum’at, pada tanggal itu lah Negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI) Memproklamasikan kemerdekaannya yang di baca oleh bapak proklamator kita yaitu bapak ir.Soekarno dan wakilnya yang setia yaitu bapak Moh.Hatta. Tanpa kedua orang ini, mungkin kita belum memproklamasikan kemerdekaan kita. Bagaimana cara kita memepertahankan kemerdekaan negara kita ini ? Dengan Cara Menghilangkan sifat liberalisme kita.
Sayuti melik di dampingi BM diah mulai mengetik teks proklamasi.
hari Jum’at ir.Soekarno menyatakan kemerdekaannyan yang di dengar oleh seluruh dunia. Presiden soekarno membacakan teks proklamasi di sebuah rumah hibah dari Faradj Martak di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat.
Terjadinya pembacaan teks proklamasi ialah dikarenakan jepang telah kalah melawan sekutu ketika Hiroshima dan Nagasaki di jatuhi bom atom.
Apel tahunan ini wajib di laksanakan di Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 yang setiap satu tahun sekali di adakan. Pada acara ini kita dari Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Mengibarkan bendera Merah Putih yang dikibarkan oleh Pasukan Pengibar Bendera(PASKIBRA) Darunnajah 14. setelah penaikan bendera ada pembacaan UUD 1945 dan pembacaan PANCASILA yang di ikuti oleh seluruh Santri. Setelah acara 17 Agustus ada lomba lomba seperti lomba makan kerupuk lomba panjat pinang lomba lainnya.

Presiden RI ke-1 penah mengatakan “Merdeka atau Mati” itulah kata kata yang sangat terkenang selalu. Kita tidak boleh tertindas siapa pun indonesia tidak boleh di jajah. Kita sebagai generasi muda harus mempertahankan harga diri NKRI tidak boleh membiarkan nya begitu saja. Pendahulu kita telah memperjuangkan harta, keluarga, bahkan nyawanya sekalipun demi Indonesia. Hidup Indonesia MERDEKA MERDEKA MERDEKA !!!