Jumat, (18 Juni 2010) salah satu guru Pesantren Darunnajah Cipining Ust. Fahmi Dzikrillah, S.IP menghadiri undangan dari Indonesia Council on World Affairs (ICWA) dalam acara Transfer Chairmanship of ICWA (peralihan kepemimpinan ICWA) dan acara serah terima jabatan Ketua Dewan Pembina ICWA dari Dr. HE. Arifin Siregar ke Joop Avee dan Ketua Pelaksana Harian dari Mr. HE. Atmono Suryo ke Mr. HE. Yusuf Ibrahim. Acara berjalan sangat khidmat menggunakan bahasa Inggris di aula utama Departemen Luar Negeri Republik Indonesia.
ICWA merupakan sebuah organisasi independen yang concern terhadap berbagai permasalahan internasional, baik dalam bidang politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya. Hadir dalam acara tersebut Bapak Menteri Luar Negeri Republik Indonesia DR. HE. Marty Natalegawa, M.Phil dan para Duta Besar berbagai negara yang ada di Indonesia. Selain itu nampak juga di antara para hadirin Prof. Dr. Juwono Sudarsono (Mantan Menteri Pertahanan RI).
Dalam sambutannya Bapak Menlu menyampaikan selamat atas pergantian kepemimpinan ICWA. Beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada ICWA yang telah bekerjasama secara baik dengan Departemen Luar Negeri dalam menyelenggarakan berbagai acara-acara internasional. “Saya mengucapkan terimakasih kepada ICWA yang banyak berperan dalam memberikan masukan kepada Deplu dalam berbagai macam kebijakan luar negeri, semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut”, demikian ungkap Bapak Menlu.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina ICWA yang baru Joop Ave dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonsia harus mampu memainkan perannya dalam berbagai persoalan internasional. Dia berjanji akan membawa ICWA ke depan yang lebih baik dengan mengembangkan dialog yang berorientasi solusi. Menurutnya, selama ini kita sebagai sebuah bangsa sangat pandai berbicara, mengkritik sebuah permasalahan tanpa tahu apa solusi yang harus dilakukan. Bahkan dia menyinggung bahwa Indonesia merupakan negara ”Super Power” dalam segi NATO (No Action Talk Only) yang disambut gelak tawa para hadirin. Selepas acara, ustadz Fahmi sempat berbicara dengan Bapak Menteri Luar Negeri dan berfoto bersama.
Ust Fahmi Dzikrillah, S.IP yang mengajar pelajaran IPS ini merasa bangga bisa hadir pada acara tersebut. Setibanya di Pesantren Darunnajah Cipining, dia berbagi pengalamannya di hadapan seluruh santri. Dia menyampaikan bahwa betapa pentingnya menguasai Bahasa Inggirs. Oleh sebab itu, dia berharap agar para santri terus meningkatkan kemampuannya dalam bahasa Inggris dengan mempraktikannya dalam percakapan sehari-hari. ” Bersiap-siaplah dari sekarang, dunia semakin kompetitif. Jika kita tidak mampu menguasai bahasa Inggris, maka kita akan ketinggalan dengan yang lain”, demikian pesan ustadz lulusan Hubungan Internasional Universitas Nasional Jakarta ini. Dia menambahkan meskipun Pesantren kita berada di tengah hutan, di bawah kaki gunung, tapi cita-cita dan semangat kita harus mampu menjangkau ke seluruh dunia. Ya, dari Cipining untuk dunia. Semoga. (wardan/dzikri)
