Berlari sepanjang + 9 km harus dilakukan oleh santri Darunnajah Cipining untuk mengambil sebuah sabuk, Kamis (18/4). Namun sabuk tersebut bukanlah sembarang sabuk, sabuk tersebut merupakan simbol mereka di dalam tingkatan/golongan silat SBDC (seni bela diri Darunnajah Cipining).
Setelah berhasil mendapatkan sabuk yang diberikan di kawasan sungai sekitar Kadaka-Bunar oleh para pelatih, mereka kembali pulang ke pesantren masih dengan cara berlari. Begitulah perjuangan santri di dalam salah satu sesi dari rangkaian kegiatan ujian kenaikan tingkat (UKT) pencak silat yang berlangsung selama UN tingkat SMU/MA/SMK, 15-18 April 2013.
“Kita belajar dari para pendahulu kita dan memang para santri yang diharapkan menjadi generasi penerus tersebut harus memiliki kekuatan fisik serta mental. Nah, berlari untuk mengambil sabuk itu termasuk dari proses yang harus dilalui. Karena, pelantikan atau resmi seorang santri naik ke tingkatan yang lebih tinggi yaitu saat pemberian sabuk tersebut” jelas Ustadz Anwar, penanggung jawab kegiatan.
Ustadz Anwar lebih lanjut menjelaskan bahwa simbol sabuk di antaranya adalah warna putih, kuning, dan hijau. “Untuk kelas VII yang baru bergabung tahun lalu, setelah UKT ini mereka syah mengenakan sabuk berwarna putih” paparnya.
UKT sendiri merupakan ajang peningkatan mutu dan pembinaan atlet silat Darunnajah Cipining yang nantinya diharapkan mengharumkan nama pesantren dan bangsa di kancah persilatan nasional dan dunia. Amin (red)
