Cikal Bakal Safari Dakwah Darunnajah Cipining

pemberangkatan safari dakwah

Awal mulanya kegiatan ini dinamakan perkajum (Perkemahan Kamis-Jumat), kenapa diambil nama perkemahan? karena identik dengan kegiatan Pramuka yg beragam (variatif) sehingga semua nilai/norma yg berlaku bisa dituangkan dalam kegiatan ini, baik dari kegiatan sosial bermasyarakat, keagamaan, kedisiplinan, kekompakan dll, bahkan cenderung lebih mudah & menarik dalam aneka kegiatannya, itulah salah satu alasan mengapa Pramuka dijadikan ekstrakurikuler wajib bagi seluruh santri DNC.

Kenapa harus kamis-jum’at? Prinsipnya adalah sesuatu yg sunnah tidak boleh mengalahkan yg wajib, maka perkajum dilakukan tanpa mengganggu waktu KBM, sekolah berjalan normal seperti biasa, Kamis siang setelah KBM baru Meraka diterjunkan dalam kegiatan perkajum yg tujuan utamanya adalah Belajar Bermasyarakat sambil berdakwah yg dikemas dengan mengisi kegiatan keagamaan di masyarakat.

Waktu perkajum memang sangat singkat tapi syarat akan makna, meskipun dilakukan hanya 2 hari mengisi waktu libur sekolah (Jum’at) tapi banyak kegiatan positif yg bisa dilakukan sehingga mental, pergaulan, wawasan, pengalaman, dan lain lain terus bertambah dengan adanya ragam kegiatan yg ada di masyarakat.

Perkajum Ini menjadi kegiatan favorit santri, bahkan minat santri selalu bertambah jika ada penawaran kegiatan perkajum, awal-awal diadakan kegiatan ini hanya dibatasi 2 s/d 3 kelompok saja yang diberangkatkan ke wilayah Jabotabek. 1 kelompok terdiri dari 10 santri & diketuai oleh Amir 1 santri. Kenapa harus dibatasi? Karena kegiatan di Pesantren juga harus tetap berjalan, sehingga pemberangkatan kelompok harus terjadwal secara merata.

Seiring berjalannya waktu kegiatan terus dikembangkan tanpa mengurangi makna dari fasafah Sunnah Pesantren, diawali dengan adanya kunjungan dari para  Jama’ah Tabligh yg juga mempunyai visi-misi berdakwah, maka kegiatan Perkajum diadopsi dengan semangat dakwah para jama’ah tabligh sehingga nama berganti menjadi Safari Dakwah, bahkan menjadi agenda wajib tahunan yg diikuti oleh seluruh santri putra dan putri pasca ujian semester ganjil.

Safari Dakwah mingguan dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal dari Koordinator Wilayah di asrama masing-masing, sedangkan Safdak Massal diwajibkan bagi seluruh santri yg dilakukan pada saat awal liburan semester ganjil.

Tujuan utamanya safari dakwah bagi pesantren ialah Membentuk kader IMAMA melalui proses praktek langsung di Masyarakat, diawali dari Mental & tekad yg kuat untuk bisa beradaptasi dalam bermasyarakat.

Tujuan safari dakwah bagi Masyarakat Sebagai Syi’ar Dakwah, bahwa kegiatan berdakwah adalah tanggung jawab kita bersama tanpa mengenal usia, maka santri yg militan harus multitalent, apa yg dibutuhkan oleh masyarakat harus bisa dilakukan oleh santri sehingga kondisi masyarakat akan terus membaik jika masih ada orang yg peduli dalam membela agama Allah yg salah satunya adalah dengan cara Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Selama hayat masih dikandung badan, dimanapun & kapanpun kita berada pasti akan bertemu dengan masalah, adanya masalah bukan untuk dihindari/ ditinggalkan, melainkan harus segera dituntaskan Sebelum timbul masalah baru yg lebih besar.

Dalam kegiatan Safari dakwah semua permasalahan klasik selama ini bisa tertangani dengan baik dan bijak, biasanya yg sering terjadi masalah/kendala hanya dalam teknis pembagian waktu, adapun kegiatan yg ada dalam jugnis sifatnya hanya pedoman, adapun kegiatan secara umum tetap conditional (menyesuaikan dengan kegiatan yg ada di masyarakat).

Setiap selesai agenda Safdak baik mingguan yg hanya 2 hari maupun Safdak Massal yg dilakukan 3 hari kami tagih laporan tulisnya serta kami arahkan agar semua bisa melaporkan secara lisan di depan seluruh santri, jika sdh dilakukan laporan lisan & tulis maka panitia segera adakan evaluasi, kekurangan2 yg ada harus segera dilengkapi untuk terus ditingkatkan baik dari segi persiapan, SDM, pengetahuan, dan lain sebagainya.

semoga kegiatan ini terus berjalan dengan baik dan lancar, sehingga hidayah & kebaikan & keberkahan selalu menyertai langkah kita semua… Aamiin YRA

(sumber wawancara: Ust Husnul Mubarok)

(Redaktur wardan/Muhammad rois)