Darunnajah Kindergarten, 02/08
Pada suatu hari di bulan ramadhan, ada seorang anak -yang masih belajar dalam berpuasa- sedang duduk bersama sang ayah. Si anak tidak sabar menunggu adzan maghrib dan mengeluh pada bapaknya, terjadilah percakapan menarik :
Anak : “Bapak, maghribnya jam berapa sich?”
Bapak : “Jam 6, sabar ya nak” Jawab bapaknya dengan santai.
Anak : “Kok dari tadi masih jam 3 terus”
Bapak : “Memang kenapa?”
Anak : “Kan aku pengen cepet buka puasa pak…, apa kita putar aja jamnya biar jam 6 ya, pak?”
Bapak : “Ya udah, kalau kamu bisa silahkan diputar jarum jamnya…”
Anak : “Asyikkk…” Kata anak itu dan segera memutar jarum jam sampe ke angka 6.
Anak : “Pak…udah jam 6 tuh, buka puasa yuk…”
Bapak : “Lho… itukan baru jam di kamar. Di ruang tamu, di ruang tengah, di kamar bapak, dan di dapur belum.”
Anak : “Oh…gitu ya pak, harus jam 6 semuanya?” Respon anak itu manggut-manggut, lalu berlari dan memutar semua jam di rumahnya.
Anak : “Bapak udah semua…” Teriaknya girang.
Bapak : “Jam tetangga-tetangga dan masjid sudah belum?”
Anak : “Lho…kok jam tetangga dan masjid juga diputar, pak??”
Bapak : “Ya iya, nak….kan harus jam 6 semuanya, baru bisa buka puasa”
Anak : “Ya….capek dhe, lebih baik menunggu saja, daripada harus capek-capek memutar jarum jam sekecamatan.”
Bapak : ” Sabar itu lebih baik, nak… daripada kamu melakukan hal yang sia-sia . Jadi bersabarlah menunggu maghrib dan lebih baik membantu ibu menyiapkan untuk berbuka “
Anak : ” Oh iya benar… terima kasih bapak “
