(Celoteh Santri) “Ujian… Dapat Dihitung dengan Jari”

Aduh… ujian dapat diitung dengan jari nich, ane harus belajar serius nih,” kata seorang santriwan yang sedang melihat tanggal sekarang dan tanggal ujian mid semester yang ke-2. Memang jika lima hari sebelum ujian atau seminggu sebelumnya, para santriwan ini paling sering membawa buku jika ingin kemana-mana. Mau pergi ke Masjid, ke kantin, ke koperasi dan apabila ingin menunggu antrian mandi santriwan tetap saja menggenggam bukunya yang ia pegang. Kadangkala para santriwan yang membawa buku tersebut, Cuma dipegang doank, tidak dibaca ataupun dibuka (mungkin biar dibilang pintar kali yach). Mungkin sebagian para santriwan membawa buku untuk dibacanya dengan serius ataupun dikhayati bahkan dihafalkannya agar mendapatkan nilai yang dibanggakan orangtuanya. Para santriwan lebih cenderung membawa buku yang berkategorikan hafalan daripada pemahaman ataupun yang bertema rumusan seperti Kimia, Matematika, Fisika, dll. Karena rata-rata pelajaran di Darunnajah itu kebanyakan hafalannya dibanding dengan yang lainnya. Contohnya: Hadits, Tafsir, Mahfudzot (kalimat mutiara berbahasa Arab), Mutola`ah (cerita atau dongeng berbau Arab), Shorof (seperti grammarnya arab), Nahwu(seperti pengenalan kalimat Bahasa Indonesia), dll.

مع النجاح فى الإمتحان
“Good Luck In The Examination”
“Semoga Sukses dalam Ujian Mid Semester”

Ustadz-ustadz senior pun juga akan mengadakan pendobrakan agar para santriwan mau belajar dengan serius, contohnya: Setiap shubuh setelah membaca Al-qur'an para santriwan wajib membawa bukunya dan dibacanya. Sistem pendobrakan ini adalah santri tingkat Aliyah belajar di dalam Masjid dan sekitarnya dan santri tingkat Tsanawiyah belajar di Luar Masjid dan sekitarnya. Kebanyakan 85% ini para santriwan mencari ruang sepi ataupun kelas yang agak berjarak jauh untuk mendapatkan rasa tidur yang nyenyak dan tidak diganggu ustadz yang sedang keliling. Naudzubillah. Padahal yang akan pertanggungjawabkan pendobrakan belajar ini adalah ustadz yang paling dicintai se-Darunnajah putra itu yang biasa diakrab dengan nama Ust.Wahyu Fajri. Beliau ini jika ada salah satu santri saja yang melanggar, jangan harap santri yang melanggar tersebut membawa muka yang senang dan rambut yang indah, pasti saja membawa dengan muka kesal, cemberut dan rambut yang penuh dengan ular berkeliaraan. Makanya janganlah sekali-kali kau coba lawan atau langgar peraturannya dia, pokoknya jangan. Dont Try!!!

Kembali ke ujian mid semester. Dan ada salah satu trik yang dicoba santriwan selain belajar, Do you Know?membuat contekan atau membawa buku ke dalam kelas, Ooh bukan, jika ada santriwan berbuat seperti itu maka nilainya haram dan curang dalam berbuat. Trik ini biasanya Cuma sebagiannya aja palin Cuma 20%, trik ini kadang membuat nilai kita terbantu dengan belajar kita, mau penasaran? Triknya adalah Meminta doa restu orang tua atau berdoa setelah solat wajib maupun solat sunnah seperti solat Dhuha, Tahajud, dsb. Dengan doa orang tua lah, ujian kita InsyaAllah terbantu dengan doanya, karena doa orangtua itu selalu mustajab atau langsung diterima disisinya. Dan juga jangan lupalah membaca doa setelah solat, kalo Cuma belajarnya doanknya sich gak bakal dapat nilai bagus, juga sebaliknya, janganlah berdoa terus sampai-sampai tangan kita keseleo, tapi kitanya tidak belajar, Sama Saja.

Semoga para santriwan dari kelas 1 Tsanawiyah sampai 3Aliyah ini dimudahkan ujiannya,dibaguskan nilainya,Amien…

مع النجاح فى الإمتحان
“Good Luck In The Examination”
“Semoga Sukses dalam Ujian Mid Semester”