Banyak sekali duka yang ada dibalik pembuatan Acara Pegelaran Akbar MADAGASKAR 2008 ini, bagaimana mungkin sore sebelum acara dimulai hujan turun dengan deras membasahi bumi Pondok Tercinta Darunnajah. Panitia sempat ngedown ketika hujan turun begitu deras, dihawatirkan hujan tidak teda sampai malam nanti. Akan tetapi Allah Maha Mengetahui, allah mengetahui batapa banyak pengorbanan panitia yang sudah menyempatkan waktunya hingga pukul 01:00 malam demi mensukseskan acara ini. Allahhu Akbar hujan reda ba’da shalat maghrib. Alhamdulillah begitulah kalimat angung yang terucap dari para panitia. Alhamdulillah..
Lain dari itu tepatnya tanggal 9 Maret 2008 terjadi peristiwa super duper penting bagi para panitia, pasalnya Ust. Syamsul selaku ustadz yang membantu panitia demi suksesnya Acara Pagelaran Akbar MADAGASKAR 2008 ini pingsan akibat tertimpa besi untuk menyambungkan staiger. Allahu akbar… Allah akhirnya menyembuhkan Ustadz Syamsul keesokan harinya. Alhamdulillah..
Malam itu papan pengumuman MADAGASKAR 2008 telah siap untuk ditegakkan. Akan tetapi Ust. Mahrus Amien selaku bapak pimpinan sedang berkeliling Pondok. Dan Akhirnya Ia melihat Papan tersebut. Lalu Ust. Mahrus bertanya kepada para panitia.
“ Untuk apa ini? ”
“ Untuk Acara tadz..”
“ Acara apa?? ”
“ Acara sebagai malam apresiasi Seni para Santri tadz..
”Lalu jawab ust. Mahrus..
Malam apresiasi ko’ ada gambar jinnya sambil menunjuk gambar Tarzan, lalu Ia berkata lagi, itu gambar monyet maksudnya apa??
Kita mengambil tema hutan tadz..
Memang tidak ada gambar lagi selain monyet??
Terus gambar Belanda itu maksudnya apa?? (sambil pada gambar pemburu).
Itu gambar pemburu tadz..
Gambar pemburu ko’ kaya’ begini.. Ayo ganti papan Pengumumannya.. kalo bisa yang mencerminkan Pesantren.. Seperti gambar masjid, santri sedang membaca Al-Qur’an gitu.. begitu saran Ust. Mahrus.
Ayo sekarang turunkan Papan itu, dan ganti gambarnya!!! Perintah Ust. Mahrus.
Dan akhirnya kami harus mengganti Papan Pengumuman tersebut dengan papan yang bergambar lainnya.. Huhh.. Ngecat lagi dah.. Cape deh..
Sedikit mendalam ke dibalik pembuatan Acara MADAGASKAR 2008. Ketika itu hari Kamis adalah hari dilaksanakannya siding Paripurna Musyawarah Pengurus. Ada beberapa orang anggota penampilan Nasyid pada Acara MADAGASKAr yang tidak mengikuti siding Paripurna dikarenakan latihan. Huhh.. Para ustadz pembimbing MADAGASKAR beserta ust. Mustaghfirin marah besar hingga akhirnya acra ini hampir di CUT, akan tetapi sebagai ganti dari masalah ini. Panitia mempunyai perjanjian dengan Ust. Mustaghfirin yaitu memotong rambut hingga rapih. Alhasil para panitia memotong rambutnya demi berlangsungnya acara MADAGASKAR 2008 ini.
Sebenarnya masih banyak duka yang belum sempat ditulis, akan tetapi kita sekarang beralih ke suka saja dulu.
Bangga.. Itulah rasa yang ada pada para diri panitia, Pasalnya :
- Acara MADAGASKAR akan dikukuhkan namanya sebagai nama Panggung Gembira kelas IV setiap tahunnya.
- Acara MADAGASKAr 2008 patut dicontoh untuk acara-acara yang akan datang, karena acara ini dipersiapkan dari jauh-jauh bulan.
- Acara ini diridhoi oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Ust. Mahrus Amien. Pasalnya saat itu Ust. Mahrus Amien melihat acara ini dari balakang penonton, Alhasil acara ini tidak dibubarkan… Alhamdulillah.
- Acara MADAGASKAR 2008 diberi predikat sebagai acara yang SUKSES oleh Biro Pengasuhan Santri. Alhamdulillah.